Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Viral di Medsos, Ini Identitas Penenun Kain Bermotif Pancasila
Ekbis

Viral di Medsos, Ini Identitas Penenun Kain Bermotif Pancasila

By Redaksi31 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mama Blandina Berpose sambil memegang kain bermotif lambang Pancasila yang ditenunnya. (Foto: Eman/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Foto seorang wanita yang sementara memamerkan kain bermotif Pancasila, yang ditenunnya viral di media sosial (medsos) beberapa waktu belakangan ini.

Postingan yang sudah dibagikan 108 kali itu mengundang banyak simpati para netizen. Beberapa netizen bahkan meminta agar pemerintah memberikan penghargaan kepada wanita tersebut.

Wartawan VoxNtt.com yang penasaran dengan wanita penenun tersebut, mencoba menelusuri keberadaannya.

Berdasarkan penelusuran itu wanita tersebut diketahui asal RT 002 RW 001 Desa Nainaban, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bernama Blandina Fallo (60).

Saat ditemui media ini di kediamannya di wilayah perbatasan RI-RDTL, Jumat (31/05/2019), perempuan yang kerap disapa Mama Lin itu mengaku, keinginannya untuk membuat kain bermotif Pancasila itu bermula dari ketertarikannya dengan lambang dasar negara itu.

Ketertarikannya itu kemudian mendorong Mama Lin untuk belajar merancang tenunan bergambar Pancasila secara otodidak, yang dimulai sejak tahun 1980 hingga benar-benar mahir.

Foto Mama Blandina yang viral di media sosial beberapa waktu belakangan. (Foto: Istimewa).

Menariknya, Mama Lin belajar menenun motif pancasila itu berpatokan pada lukisan burung Garuda yang dibelinya dari pelukis seharga Rp 10 ribu.

“Awal belajar buat motif burung Garuda ini yang susah saat tenun yang bagian ekor, kalau yang lain gampang tapi sekarang sudah tidak ada kesulitan sama sekali,” ujar wanita yang mengaku hanya tamat sekolah dasar itu.

Dipasarkan Hingga Ke Jakarta

Hasil tenunannya, kini sudah dipasarkan secara luas hingga ke Jakarta dan pulau Jawa lainya dengan harga Rp 500 ribu per kain, di luar harga benang.

Walau begitu, menurut Mama Lin untuk menghasilkan satu kain, Mama Lin membutuhkan waktu satu bulan.

“Harga sewa tenaga saya itu biasanya Rp 500 ribu, yang mau pesan siap benang warna kuning 30 kepala dengan tali rafia,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni J

Tenunan Pancasila TTU
Previous ArticleBeing a Writer Requires Painful Hard Work but Fruitful
Next Article Dinilai Langgar Permen, Fraksi NasDem Tolak Ranperda RPJMD TTS

Related Posts

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026
Terkini

Manggarai Timur Hadapi Lonjakan Bunuh Diri, Dinas Sebut Peran Ayah Perlu Diperkuat

2 Juli 2026

Masyarakat Harus Gunakan Lahan untuk Porang, Bukan untuk Tambang

1 Juli 2026

Reses di Manggarai Timur, Siena Katarina Bantu Pembangunan Gereja Stasi Bangka Jari

1 Juli 2026

Satreskrim Polres Mabar Selesaikan Kasus Penipuan Wisatawan Malaysia lewat Restorative Justice

1 Juli 2026

Puluhan Tahun Bertaruh Nyawa, DPRD Desak Jembatan Permanen di Wae Musur

30 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.