Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Lebaran, Pedagang Raup Jutaan Rupiah dari Jualan Ketupat di Pasar Mbongawani
Ekbis

Lebaran, Pedagang Raup Jutaan Rupiah dari Jualan Ketupat di Pasar Mbongawani

By Redaksi4 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sumarni dan Maria Wunu sedang menjual cangkang ketupat di emperan toko Pasar Mbongawani Ende (Foto : Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Ketupat merupakan salah satu hidangan wajib setiap perayaan Idul Fitri. Tidak semua orang mahir membuat cangkang ketupat yang terbuat dari bahan janur atau daun kelapa muda.

Meski demikian, Anda dan keluarga tak perlu khawatir sebab di Pasar Mbongawani, Ende Anda dapat menemukan berbagai bentuk dan ukuran ketupat yang sesuai selera.

Pantauan Voxntt.com pada Selasa (04/06/2019) pagi, banyak pedagang ketupat musiman yang mulai menjamur di pasar hingga emperan toko. Mereka membuka lapak seadanya dan menawarkan cangkang ketupat.

Puluhan pedagang ketupat musiman membuka lapak seadanya untuk berdagang di emperan toko, kompleks Pasar Mbongawani Ende (Foto : Ian Bala/Vox NTT)

Sumarni, pedagang asal Desa Mbuliwaralau, Kecamatan Wolowaru, Ende menuturkan menjual ketupat untuk memanfaatkan momentum Idulfitri. Ia mengaku hal itu dilakukan sebagai berkah dari Allah.

“Ia, kita jual hanya ini saja. Sudah dua hari kita jual dan ini adalah berkah lebaran dari Allah Subhana Wata’ala kepada keluarga saya,”kata Sumarni.

Selain Sumarni, Maria Wunu, pedagang asal Desa Wolosoko, Kecamatan Ndona Timur juga ikut menjual ketupat.

Menurut Maria, ia menjual cangkang ketupat semata-mata membantu umat Muslim yang merayakan Idul Fitri.

“Saya hanya sekedar membantu dengan harga yang bisa dijangkau. Ini hanya jual lima ribu satu ikat pak,”ucap Maria seraya menenteng seikat ketupat.

“Mari bapak ibu, lima ribu satu ikat. Ayo, lima ribu saja,” seru Maria kepada pembeli yang lewat.

Maria dan Sumarni mengaku, menjual cangkang ketupat sejak 10 tahun lalu. Sedangkan pendapatan yang diperoleh sudah jutaan rupiah.

“Ya, tidak seberapa juga hanya untuk hidup saja. Saya bilang tadi, ini adalah berkah pak, berkah,” kata Sumarni menyambung.

Penulis: Ian Bala

Editor: Irvan K

Ende Lebaran
Previous ArticleKenang Ibunda Tercinta, AHY: Terima Kasih untuk Dukungan Doa Rakyat Indonesia
Next Article Obat Langka, Pemkab Manggarai Diminta Benahi Layanan Kesehatan

Related Posts

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Kedatangan Dua Kapal Pesiar Internasional

19 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.