Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jalan Weluli-Fulur Ambruk, Ini Komentar Kadis PUPR Belu
NTT NEWS

Jalan Weluli-Fulur Ambruk, Ini Komentar Kadis PUPR Belu

By Redaksi8 Juni 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas PUPR Belu, Vincent K. Laka (Foto: Marcel Manek/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Ruas jalan hotmix Weluli-Fulur di Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT hingga kini mengalami kerusakan parah pada sejumlah titik.

Jalan sepanjang 5 KM itu dikerjakan PT Pundi Mas Bahagia pada November 2018 lalu. Proyek itu telah menelan biaya Rp 18,8 Miliar dari APBD Belu.

Kerusakan tersebut mengganggu pengguna jalan. Betapa tidak, pada sejumlah titik, badan jalan ambruk hingga empat meter ke bawah. Bahkan, badan jalan nyaris putus.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Belu Vincent K. Laka mengaku, pihaknya sedang melakukan penanganan serius pada ruas jalan Weluli-Fulur.

Menurut Vincent, jalan tersebut memang masih dalam masa pemeliharaan.

Namun demikian, ia telah meminta PT Pundi Mas Bahagia untuk tidak melakukan penanganan sebelum mendapat rekomendasi tuntas dari pihak akademisi.

Itu terutama penanganan kerusakan yang terjadi pada segmen di sekitaran Lamtoromil.

Di situ,  terjadi pergeseran tanah atau patahan sepanjang 30 meter di bawah jalan.

Patahan ini berada sebelah kiri dan sebelah kanan jalan. Akibatnya, terjadi pergerakan tanah dan terjadi penurunan tanah.

Vincent juga mengaku telah meminta Politeknik Negeri Kupang untuk segera memeriksa kerusakan ruas jalan Weluli-Fulur tersebut.

Permintaan tim teknik itu sebagai tindak lanjut atas Memorandum of Understandin g(MoU) dan Perjanjian Kersa Sama (PKS) antara Dinas PUPR Kabupaten Belu dengan Politeknik Negeri Kupang.

“Kita meminta mereka untuk melakukan penelitian secara menyeluruh sehingga hasil dari penelitian tersebut memberikan rekomendasi kepada Dinas PU dan Pemerintah Kabupaten Belu untuk melakukan penanganan yang tepat terhadap longsornya jalan Weluli-Fulur,”  jelas Vincent.

Kondisi ruas jalan Weluli-Fulur, Belu, Provinsi NTT yang baru selesai dikerjakan tapi sudah rusak parah (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)

Sebagai informasi, empat kecamatan di wilayah utara Kabupaten Belu memiliki kondisi tanah yang rawan longsor.

Keempatnya yakni, Kecamatan Lamaknen, Lamaknen Selatan, Raimanuk dan Nanaedubesi.

Sebab itu, Vincent kembali menegaskan, Dinas PUPR Belu telah meminta Politeknik  Negeri Kupang untuk memberikan rekomendasi yang tepat, sehingga penanganannya pun tuntas.

Berapa pun besaran biaya di balik rekomendasi itu, Vincent bertekad untuk tetap membangun jalan Welulu-Fulur hingga tuntas.

Upaya itu dilakukan agar di musim hujan tahun depan tidak terjadi longsoran lagi di jalan Welulu-Fulur.

“Saya meminta kepada teman-teman dan warga masyarakat sekitar Weluli-Fulur tolong  bersabar karena penanganan longsor tidak segampang yang kita lihat. Dia membutuhkan rekomendasi yang tepat, membutuhkan anggaran yang besar dan penanganan secara komprehensif,” ujar Vincent.

Ia berharap pula setelah libur Lebaran 2019 ini pihak Politeknik Negeri Kupang sudah mulai melakukan penelitian secara menyeluruh di jalan Welulu-Fulur.

“Saya sudah menginstruksikan kepada pelaksana jalan Weluli-Fulur untuk menunggu karena kebetulan masa pemeliharaan, setiap jalan adalah satu tahun terhitung Desember 2018. Sehingga saat ini masih dalam masa pemeliharaan hingga Desember 2019, jadi kita menunggu rekomendasi dari Politeknik Negeri Kupang. Kalau kita hanya penanganan separuh-separuh tidak akan tuntas. Kami khawatirkan, musim hujan tahun ini, jalan itu akan putus total dan itu akan merugikan kita semua,” tutupnya.

Terpisah, Kontraktor pelaksana PT Pundi Mas Bahagia Aloysius Mintur mengatakan, sambil menunggu rekomendasi dari akademisi, pihaknya telah melakukan upaya perbaikan dan pencegahan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah dan mengakibatkan jalan Welulu-Fulur terputus.

Aloysius mengaku, sejak Kamis (06/06) hingga Sabtu (09/06), PT Pundi Mas Bahagia telah menurunkan sejumlah alat berat untuk melalukan perbaikan pada sejumlah titik yang rusak parah.

“Sejak Kamis kemarin saya sudah perintahkan anak-anak bawa excavator ke sana untuk melakukan perbaikan. Kita timbun tiik-titik yang jatuh supaya mencegah kerusakan yang lebih parah. Sambil kita tunggu rekomendasi dari akademisi seperti apa,” jelas Aloysius yang dihubungi VoxNtt.com, Jumat (07/06/2019).

Baca di sini sebelumnya: Belum Setahun, Jalan Weluli-Fulur Senilai 18,8 Miliar Sudah Ambruk

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu Jalan Weluli- Fulur
Previous ArticleMengais Rezeki di Hari Nan Fitri
Next Article Solusi Masalah Sampah di Labuan Bajo Hanya “Diakali” dengan Pola Sapu-sapu Jalan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.