Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»NTT Kembali Terima Dua Jenazah TKI
Human Trafficking NTT

NTT Kembali Terima Dua Jenazah TKI

By Redaksi13 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mobil Ambulance yang menjemput dua jenazah TKI asal Ende di depan Kargo Bandara El Tari Kupang. (Foto: Ronis Nataom/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Dua Jenazah Tenaga Kerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) tiba di Bandara Kargo Bandara El Tari Kupang, Kamis 13 Juni 2019 pukul 12.30 Wita.

Keduanya yakni, Fransiskus Gusi dari Barai, Desa Borokanda, Kecamatan Ende Utara dan Kristoforus Brekans dari Kecamatan Wewaria, Ende Lio Utara, Kabupaten Ende.

Dalam dokumen yang ada, nama Fransiskus Gusi ditulis Fransiskus Pareria. Nama aslinya dirubah karena tak punya Paspor dan kartu identitas.

Keluarga Fransiskus, Emilia Kembar, kepada VoxNtt.com di Kargo Bandara El Tari menyampaikan, Fransiskus meninggal  11  Juni lalu di Rumah Sakit.

“Meninggal karena sakit asma. Bawa ke rumah sakit tidak tertolong. Dia Memiliki istri tapi tidak punya anak. Menikah tahun 2016. Mereka ketemu di Malaysia. Istrinya juga kerja di Malaysia,” jelasnya.

Tambahnya, almahrum ke Malaysia sekitar lima tahun sebagai pekerja ilegal.

Sementara Kristoforus diketahui sudah 10 tahun bekerja sebagai buruh bangunan di Malaysia.

“Istrinya orang Jawa. Dia meninggal tanggal 04 Juni 2019. Menurut diagnosa dokter, katanya darah tingggi,” ujar seorang kerabatnya kepada VoxNtt.com.

Informasi yang dihimpun media ini, kedua Jenazah disemayamkan sementara di RSUD WZ Johanes Kupang dan akan diterbangkan ke Maumere untuk selanjutnya diantarkan ke rumah duka di Ende, Jumat 14 Juni 2019 difasilitasi oleh BP3TKI NTT.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

BP3TKI Human Trafficking Kabupaten Kupang
Previous ArticleLagi, Warga Ende Meninggal Dunia di Malaysia
Next Article Polres TTU Gagalkan Keberangkatan Tujuh CTK Ilegal  

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.