Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Memulihkan Ekosistem Cendana
HEADLINE

Memulihkan Ekosistem Cendana

By Redaksi26 Januari 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penanaman anakan cendana di Desa Baumata Utara, Kabupaten Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT- Bertujuan memulihkan ekosistem cendana, Wali NTT bekerja sama dengan Green Justice Indonesia dan DLHK NTT mengadakan penanaman anakan Pohon Cendana di Desa Baumata Utara, Kabupaten Kupang.

Kurang lebih sebanyak 4 kelompok tani juga dilibatkan dalam kegiatan itu.

Sebagai kelompok tani pengelola Walhi NTT bersama dengan Kelompok Tani Manbers mengadakan penanaman sebanyak 60 anakan cendana.

Plt. Direktur Walhi NTT, Yuvensius Stefanus Longa,  menyebut Kegiatan pemulihan cendana dipilih berlokasi di Desa Baumata Utara.

“Ini didorong oleh Semangat untuk pemulihan ekosistem cendana. Kebanyakan cendana di NTT tidak lagi dalam bentuk pohon, sudah dalam bentuk gedung dan bangunan,” kata Yuven.

Dia mengatakan, selama ini ketika cendana hilang maka pengetahuan masyarakat soal cara menaman dan pembibitan juga dengan sendirinya hilang.

Sementara itu, Direktur Green Justice Indonesia Dana Pramatariga mengatakan bahwa Wangi cendana dari NTT sampai ke Inggris dan negara lain.

“Jangan sampai cendana yang kita hargai hanya kembali ke kita dalam bentuk parfum dan sabun,” kata dia.

“Kita perlu memulihkan ekosistem cendana,” ajaknya.

Dia mengatakan, program ini akan memberikan imbas pada banyak sisi masyarakat.

“Sementara ini berjalan kita berpikir bagaimana cendana meningkatkan ekonomi masyarakat. Ini bisa berhasil jika kita bisa berkomitmen bersama,” tukasnya.

Perwakilan Kelompok tani Manbers, Eka Saul bertani mengatakan bahwa  tidaklah mudah.

“Kami kesulitan di musim kemarau untuk menyiram tanaman kami,”  kata Saul.

Dia menyebut bahwa masyarakat di Desa Baumata Utara masih kesulitan akses air bersih jika musim kemarau.

Hadir pada kesempatan itu, Camat Taebenu, Melkisedek Neno sebagai pemerintah, pihaknya menyambut baik kegiatan ini.

“Saya menyambut kegiatan ini. Ini kalau kita lakukan secara serius. Menanamnya mudah akan tetapi bagaimana memelihara dan merawatnya untuk tumbuh besar itu yang susah,” ujar Melki.

Kegiatan ini dibuka oleh perwakilan DLHK NTT Rudi Lesmono.

Penulis: Ronis Natom

Desa Baumata Utara Kabupaten Kupang
Previous ArticleDiduga Ikut Fasilitasi Kampanye Akbar Ganjar Pranowo, Anggota DPRD Manggarai Soroti Keterlibatan Pemda
Next Article Uskup Ruteng Beberkan Sejumlah Potensi yang Layak Dikembangkan ke Ganjar Pranowo

Related Posts

Polisi Patroli dan Pantau Camp Pemuda GMIT di Amarasi Timur

30 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Warga Penfui Timur Geger Temukan Mayat Bayi Membusuk

29 Mei 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.