Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Tekan Angka Stunting, Bupati TTU dan Pimpinan OPD “Serbu” ke Desa
KESEHATAN

Tekan Angka Stunting, Bupati TTU dan Pimpinan OPD “Serbu” ke Desa

By Redaksi24 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes sementara menyuapi salah satu balita penderita stunting saat kunjungan di desa Bokon, Senin 24 Juni 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Pemkab TTU saat ini tengah berupaya menekan tingginya angka penderita stunting.

Salah satunya dengan melakukan aksi ” serbu” ke desa-desa yang dipimpin langsung oleh Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes mulai Senin (24/06/2019).

Terpantau VoxNtt.com, Desa Bokon Kecamatan Miomafo Timur menjadi desa sasaran pertama yang dikunjungi Bupati Ray dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Saat tiba di Desa Bokon, Bupati Ray hanya ditemui oleh para tenaga kesehatan dan ibu-ibu yang membawa bayi dan balita.

Melihat itu, Bupati Ray langsung memerintahkan aparat desa setempat untuk menjemput bapak-bapak.

Hal itu agar para suami juga mendapatkan pemahaman yang benar terkait stunting.

Usai memberikan pemahaman terkait stunting dan juga makanan tambahan berupa bubur kacang hijau, telur dan susu bagi para ibu hamil dan menyusui, bayi serta balita, Bupati Ray dan rombongan langsung bergerak ke desa Bitefa.

Bupati Ray saat diwawancarai awak media menegaskan, tujuan dilakukannya kunjungan tersebut untuk memvalidasi data jumlah penderita stunting di Kabupaten TTU yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Ia menuturkan, jajaran pimpinan di lingkup Pemkab TTU yang terbagi dalam 5 tim akan melakukan kunjungan ke seluruh desa hingga dua pekan ke depan.

Untuk membiayai seluruh kunjungan dimaksud, tegas Bupati Ray, menggunakan dana yang bersumber dari kantong pribadi bupati dan seluruh pimpinan OPD.

“Selama kunjungan dua pekan oleh lima tim ini semuanya swadaya oleh pejabat, jadi kita kontribusi dari kantung kita masing-masing,” jelas Bupati TTU dua periode itu.

Bupati Ray menuturkan, pihaknya menargetkan bulan November mendatang persoalan stunting sudah harus bisa teratasi.

Untuk penanganan stunting setelah dua pekan kunjungan ini, Bupati Ray akan menggerakkan seluruh ASN kembali ke desa masing-masing.

Selain itu, para kepala desa akan diminta untuk membuat peraturan tentang jam makan bagi masyarakat.

“Ini kan dua pekan saja, setelah ini saya akan menginventarisir seluruh ASN dari setiap desa masing-masing. Jadi korpri pulang kampung untuk mengatasi masalah stunting ini, jadi kalau nanti setelah 5 bulan ini masih ada desa yang terdapat penderita stunting berarti ASN itu tidak kerja di tingkat bawah, jadi ini gerakan moral yang tidak akan menggunakan uang Negara,” tegas Ketua DPW NasDem NTT itu.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Raymundus Sau Fernandes TTU
Previous ArticlePengunjung ke Perpustakaan Nagekeo Menurun, Ini Sebabnya
Next Article Ugal Squad Soe: Lokasi Wisata Harus Bebas Sampah

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.