Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Wagub NTT Lepas 14 Guru Muda ke Dua Kabupaten
VOX GURU

Wagub NTT Lepas 14 Guru Muda ke Dua Kabupaten

By Redaksi1 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi (tengah), Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo, dan14 Guru Muda Saat pose bersama di depan Kantor Gubernur NTT, Senin 1 Juli 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef A. Nae Soi melepas 14 guru muda dari PT Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) ke dua kabupaten di provinsi itu.

Kedua kabupaten itu yakni, Kabupaten Kupang dan Rote Ndao. Acara pelepasan berlangsung di Kantor Gubernur NTT, Senin (01/07/2019).

Pada kesempatan itu, Wagub Josef mengatakan, pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi pembangunan manusia.

“Kami sangat berterimakasih kepada Guru Muda Indonesia, program Astra ke dua kabupaten di NTT. Saya dan pak Viktor pasti mendukung 1000 persen ini kegiatan,” kata Josef.

Ia mengaku, masyarakat NTT tingkat literasinya sangat rendah.

“Walaupun banyak DPR RI asal NTT yang banyak omong di sana, tetapi masyarakat NTT kami tingkat literasinya sangat rendah,” ucapnya

Ia berpesan kepada guru muda itu agar tidak hanya menjadi guru, tetapi seorang pendidik.

“Banyak sekali orang Indonesia kita ini pengetahuannya sangat luar biasa. Tetapi bagaimana mentransfer ilmu pengetahuan itu ke anak didik, itu sangat tidak mudah,” tukasnya

Mentransfer ilmu pengetahuan, kata dia, tidak cukup untuk pendidikan anak. Tetapi penting juga untuk mentransfer sikap atas moralitas terhadap anak didik.

“Sehingga bisa memiliki potensi itu sangat penting. Saya yakin bahwa adik-adik sekalian sudah mendapatkan itu,” pungkas Josef.

Seorang guru lanjut Josef, harus memiliki kompetensi, skill, dan kemampuan menulis.

“Tetapi kompetensi itu yang penting. Dan pengetahuan kita bisa baca melalui buku, google, tetapi data metodik kemauan dari dalam untuk melakukan umum dan khusus, itu yang harus kita belajar terus,” imbunya

 

Sementara itu, Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo membeberkan maksud dan tujuan dalam acara serah terima Guru Muda Indonesia kepada Pemerintah Provinsi NTT

Herawati mengatakan program itu tindak lanjut dari Program Semangat Indonesia Cerdas yang diluncurkan pada April lalu.

“Program ini diselenggarakan dalam rangka terciptanya misi besar YPA-MDR untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah prasejahtera, seperti di dua kabupaten itu, dengan menghadirkan guru-guru muda Indonesia yang mempunyai kompetensi dan idealisme memajukan pendidikan di Indonesia,” jelasnya.

Secara spesifik, kata Herawati, para peserta program tersebut untuk di Kabupaten Rote akan ditempatkan di Kecamatan Rote Barat. Sedangkan untuk Kabupaten Kupang ditempatkan di Kecamatan Amarasi Selatan dan Takari

“Program ini merupakan salah satu upaya untuk menjadikan Kecamatan Rote Barat dan Kecamatan Takari, serta Amarasi menjadi ‘Kecamatan Cerdas Berprestasi’, serta akselerasi sekolah binaan menuju sekolah unggul,” ujarnya

Melalui Program Guru Muda Indonesia, YPA-MDR akan melakukan perubahan sikap positif siswa, guru, kepala sekolah, dan aktor pendidikan terkait lainnya.

“Saya mengharapkan kehadiran guru-guru muda itu bisa menghasilkan peserta didik yang berkualitas dalam bidang akademik, berkarakter positif, dan mempunyai kecakapan hidup, serta melestarikan seni budaya daerah setempat,” tuturnya

Ia mengatakan para guru muda itu akan menempatkan menjadi guru SD dan SMP

“Mereka akan mengajar selama kurang lebih satu tahun, dan kehadiran mereka diharapkan memberikan dampak yang positif bagi pendidikan di daerah itu,” tandasnya

Ia berharap peserta Program Semangat Indonesia Cerdas yang terpilih pada angkatan pertama itu mempunyai semangat tinggi untuk mendidik, mengajar, dan membimbing siswa binaan YPA-MDR di wilayah prasejahtera.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Josef A. Nae Soi Kota Kupang
Previous ArticleDPRD Nagekeo: Ah, Masa Dana 3 Miliar Sudah Habis?
Next Article Motor Milik Tukang Ojek di Kefamenanu Dibawa Kabur Orang Tak Dikenal

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Dosen Unwira Kupang Soroti Dugaan Pemotongan Gaji di SMAK Pancasila Borong

14 Februari 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.