Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Terobosan Pembangunan Rumah Adat Ala Kades Bangka Ruang
VOX DESA

Terobosan Pembangunan Rumah Adat Ala Kades Bangka Ruang

By Redaksi3 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Desa Bangka Ruang, Marselinus Janggur (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Marselinus Janggur, Kepala Desa Bangka Ruang Kecamatan Rahong Utara Kabupaten Manggarai dalam kurun waktu tiga tahun terakhir telah melakukan beberapa terobosan pembangunan di desanya.

Marselinus mengaku, selama tiga tahun masa jabatannya, ia bersama masyarakat Desa Bangka Ruang sudah bisa membangun sejumlah item pembangunan, baik menggunakan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Salah satunya pembangunan rumah adat.

“Selama saya menjabat sebagai Kepala Desa Bangka Ruang,  saya bersama masyarakat sudah bisa membangun dua unit rumah Gendang (rumah adat), yakni rumah Gendang Se’ing Rongkam dan rumah Gendang Wontong,” katanya kepada VoxNtt.com, Senin (02/07/2019).

Kepala desa yang terpilih tahun 2017 itu mengaku, kedua unit rumah Gendang tersebut dibangun dengan mengunakan dana desa.

Ia menjelaskan, berdasarkan regulasi dalam pembangunan rumah adat batas maksimal diintervensi menggunakan dana desa hanya sebesar Rp 20.000.000,00.

Menurut Marselinus, nominasi tersebut tentu saja tidak cukup untuk membangun rumah adat.

Sebab itu, ia bersama stakeholder lain di Desa Bangka Ruang berembuk untuk mencari upaya lain agar bisa membangun rumah adat.

Kades Marselinus bersama masyarakatnya kemudian membuka ruas jalan baru antar dusun dengan volume 1,1 kilo meter, dengan sistem padat karya tunai.

Masyarakat dan Pemerintah Desa Bangka Ruang, kata dia, bersepakat dana Harian Orang Kerja (HOK) dari padat karya tunai itu dialokasi ke pembangunan rumah Gendang.

“Kami melalui Bapak Bupati Manggarai Deno Kamelus, Desa Bangka Ruang mendapatkan 10.000.000 rupiah untuk beli seng gelombang. Rumah Gendang di Desa Bangka Ruang boleh dikatakan dibangun dari sebuah inovasi,” kata Kades Marselinus.

“Tentu yang paling penting adalah masyarakat begitu semangat,” sambungnya.

Kendati memang, Kades Marselinus mengaku ada riakan kecil di balik pembangunan rumah adat tersebut.

Namun demikian, menurut dia riakan masyarakat tersebut demi kesempurnaan yakni mimpi paling besar adalah menyelesaikan pembangunan rumah Gendang.

Ia menambahkan, menurut tradisi para leluhur ketika rumah adat sudah dibangun, maka dibuatkan sebuah ritual adat yakni Congko Lokap.

Congko Lokap, jelas dia, bertujuan untuk membersihkan semua kotoran dan sampah pada saat rumah Gendang itu dibangun.

Ritual adat ini tentu tentu saja membutuhkan anggaran yang fantastis, yakni sebesar Rp 93.000.000.

Untuk mendapatkan dana tersebut, Pemerintah Desa Bangka Ruang dan masyarakat menyepakati yaitu pada tahun 2019 ini kembali membuka jalan baru dengan volume 350 meter, pekerjaan rabat beton dengan volume 124 meter, membangun deker tiga unit dan pekerjaan telford dengan total anggaran HOK sebesar Rp 93.000.000.

“Nah uang tersebut kami gunakan untuk acara Congko Lokap,” pungkas dia.

Ia berharap, dengan ritual Congko Lokap masyarakat dianugrahi kesehatan yang melimpah.

“Saya pribadi turut merasa bangga, karena dilandasi prinsip kebersamaan,” kata Kades Marselinus.

Ia mengaku, hingga kini memang masih banyak mimpi dan harapan dari Pemerintah Desa Bangka Ruang agar kehidupan ekonomi masyarakat bisa  sejahtera.

Kades Marselinus pun optimistis mimpi itu akan terwujud, bila rasa kebersamaan yang sudah ada selama tiga tahun ini tetap dijaga dengan baik.

“Selaku kepala desa saya yakin masyarakat Desa Bangka Ruang memiliki kepedulian yang tinggi  terhadap pembangunan demi hari esok yang lebih baik,” tutup Marselinus.

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba

Baca Juga:

  • Mengintip Pengelolaan Dana Desa Bangka Ruang
  • Tahun 2018, Dana Desa Bangka Ruang Dialokasikan untuk Lapen
  • Kades Bangka Ruang Klaim Banyak Kemajuan di Desanya
Desa Bangka Ruang Kabupaten Manggarai
Previous ArticleProyek Jalan Provinsi NTT di Matim Terancam Terlambat
Next Article Dugaan Terima Suap Ketua KPU Mabar, Partai Hanura Angkat Bicara

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.