Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Obyek Budaya Ngada Kurang Dipublikasikan
Seni dan Budaya

Obyek Budaya Ngada Kurang Dipublikasikan

By Redaksi5 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Ngada Paulus Soliwoa pose bersama dengan Tim Indonesiana
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengaku, hingga kini obyek budaya Ngada kurang dipublikasikan terutama di kalangan generasi muda.

Selain kurang dipublikasikan, kata dia, obyek budaya Ngada juga kurang diinventarisasi dan dimanfaatkan demi kemajuan kebudayaan di daerah itu.

Padahal menurut Paulus, obyek budaya Ngada sangat beragam mulai dari tradisi lisan, ritus, bahasa hingga cagar budaya.

Budaya yang beragam ini dibalut dalam tiga etnis yakni Bajawa, Riung dan So’a.

Oleh karena itu, lanjut Paulus, pemerintah akan  mendorong penyusunan acuan regulasi budaya yang dapat diakses masyarakat dan melakukan kajian obyek kemajuan budaya tradisional Ngada.

Selain itu, pemerintah menyelenggarakan festival kesenian dan kebudayaan untuk memperkuat budaya lokal asal Ngada.

“Festival Inerie adalah solusi, di mana pemerintah sebagai fasilitator dan komunitas budaya sebagai pelaku. Di tahun mendatang kita akan lihat jumlah obyek budaya, obyek yang hampir punah akan dihidupkan kembali,” kata Bupati Paulus dalam sambutannya pada acara pembukaan kegiatan festival Inerie di Lapangan Kartini Bajawa, Selasa (02/07/2019).

Menurutnya, festival Inerie ini menjadikan budaya Ngada dinamis dan mengangkat mental masyarakat Ngada yang bermartabat.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Inerie Todis Reo Maghi dalam laporan panitia mengatakan, kekayaan Ngada sangat banyak terdiri dari budaya lisan, tulisan yang diwariskan generasi ke generasi.

Namun kehadiran era moderesasi, kata Todis, dapat menjadi ancaman, apabila budaya lokal tidak dikelola dan diwariskan secara baik.

Oleh karena itu, Pemda Ngada bersama Dirjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan kegiatan kemajuan kebudayaan yakni festival Inerie.

Ia menjelaskan, pemilihan Inerie sendiri dengan filosofi Inerie sebagai ibu yang penuh kasih. Inerie adalah simbol kekuatan untuk menggapai keberhasilan.

Dikatakan, festival ini merupakan even budaya nasional yang tergabung dalam platfrom Indonesiana. Itu terutama dalam pengembangan kebudayaan Indonesia.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

 

Festival Inerie Ngada
Previous ArticleBPN Gandeng Kepolisian Berantas Mafia Tanah di Mabar
Next Article Pungutan dan Sumbangan  Sekolah, Sah Atau Tidak?

Related Posts

PADMA Indonesia Desak Pemkab dan DPRD Ngada Dukung Autopsi Forensik Kasus Kematian YBS

15 Februari 2026

Satu Lagi Warga Ngada Meninggal Akibat Bunuh Diri

13 Februari 2026

Polres Ngada Diminta Tak Buru-buru SP3, Desak Autopsi Forensik Kasus Kematian Siswa SD

12 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.