Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Gubernur NTT Selesaikan Polemik Dokter Anestesi RSUD TC Hillers, Dua Dokter Kembali Bertugas
KESEHATAN

Gubernur NTT Selesaikan Polemik Dokter Anestesi RSUD TC Hillers, Dua Dokter Kembali Bertugas

By Redaksi13 April 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, ketika menyampaikan sambutan pada acara misa pemakaman Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang di Gereja Katedral Kristus Raja Kota Kupang pada Selasa, 8 April 2025 (Foto: Dionisius Ceunfin/ Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, secara resmi menyelesaikan persoalan yang melibatkan dua dokter spesialis anestesi di RSUD TC Hillers, Kabupaten Sikka.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Sikka pada Minggu malam 13 April 2025, disepakati bahwa kedua dokter akan kembali menjalankan tugas mereka.

Kedua dokter tersebut adalah dr. Remidason Riba, Sp.An., dan dr. Yosefin Erfleniati Jati. Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyelesaikan persoalan ini secara musyawarah.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama menyelesaikan persoalan ini, terutama kepada para dokter. Ini bukti bahwa musyawarah mufakat bisa menyelesaikan masalah,” ujar Gubernur Melki.

Dalam keputusan yang diambil, dr. Remidason dijadwalkan kembali bertugas pada Senin, 14 April 2025, sementara dr. Yosefin akan mulai bekerja usai Hari Raya Paskah, yaitu pada 19 April 2025.

Polemik yang sempat mencuat ke publik ini memicu keprihatinan luas karena berdampak pada terganggunya pelayanan medis, bahkan hingga menyebabkan dua pasien meninggal dunia. Atas kejadian tersebut, Gubernur Melki menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat.

“Atas nama pemerintah, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat NTT, khususnya keluarga korban. Ini menjadi pelajaran penting agar ke depan tidak terjadi lagi hal serupa,” katanya.

Ia menambahkan, penyelesaian persoalan ini akan menjadi pintu masuk untuk pembenahan menyeluruh sistem layanan kesehatan di NTT, baik di tingkat rumah sakit maupun puskesmas.

“Saya sudah minta agar mulai besok dilakukan pendampingan dan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen rumah sakit se-NTT. Kita tidak boleh lagi kecolongan karena mis komunikasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Melki sempat menyampaikan ancaman pencabutan Surat Izin Praktik (SIP) dua dokter tersebut karena dinilai lalai dan menyebabkan dampak fatal. Namun, melalui dialog terbuka dan solusi bersama, polemik dinyatakan selesai.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan siap menambah dua dokter anestesi baru untuk RSUD TC Hillers guna mengurangi beban kerja dokter yang ada, mengingat rumah sakit ini merupakan rujukan utama di daratan Flores.

“Ini bukan lagi soal siapa benar dan siapa salah. Ini soal bagaimana kita duduk bersama untuk menyelamatkan nyawa manusia. Semua pihak sudah saling memaafkan dan berkomitmen untuk bekerja lebih baik ke depan,” tutupnya.

Penulis: Ronis Natom

Emanuel Melkiades Laka Lena Gubernur NTT Kabupaten Sikka Melki Laka Lena RSUD TC Hillers Sikka
Previous ArticleSehelai Daun Palma
Next Article Misteri di Balik Kota Kuno Yerusalem

Related Posts

GAMKI NTT Luncurkan ‘Road to Event Academy’ untuk Cetak SDM Ekonomi Kreatif

29 Mei 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.