Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Kades Wae Mowol Diduga Korupsi Anggaran Pemberdayaan Masyarakat
VOX DESA

Kades Wae Mowol Diduga Korupsi Anggaran Pemberdayaan Masyarakat

By Redaksi8 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Info grafik APBDes Wae Mowol
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Kepala Desa Wae Mowol, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, Florianus Hibur diduga Korupsi anggaran pemberdayaan masyarakat.

Di dalam draf anggaran pemberdayaan masyarakat dianggarkan sebanyak Rp 40.000.000 diperuntukkan untuk Pertanian dan Peternakan.

Namun dalam realisasinya anggaran sebanyak Rp 40.000.000 itu, hanya diperuntukkan bagi peternakan yaitu Babi.

Anggaran babi tersebut akan dibagikan kepada setiap kepala keluarga miskin. Satu ekor babi diberikan kepada satu kepala keluarga miskin.

Di dalam RAPDes, satu ekor babi dianggarankan senilai Rp 1.000.000. Namun saat diberikan kepada warga, Kades Wae Mowol hanya memberikan uang Rp 750.000 dan menyuruh masyarakat membeli babi sendiri.

Adrianus Harto, warga Wae Mowol kepada VoxNtt.com, Senin (08/07/2019), membenarkan hal tersebut. Adrianus merasa kecewa dengan kebijakan yang dilakukan oleh Kades Wae Mowol.

Menurutnya, anggaran pemberdayaaan masyarakat berupa babi harus langsung diberikan satu ekor untuk setiap Kepala Keluarga (KK), bukan berupa uang.

“Ya kalau dalam anggarannya itu babi harus kasih babi, bukan uang,” pungkas Adrianus.

Uang yang diberikan juga, ungkap Ardianus, bukan sesuai anggaran untuk membeli satu ekor babi yaitu sebesar Rp 1.000.000, melainkan hanya Rp 750.000 setiap Kepala Keluarga.

Sementara itu, Kepala Desa Wae Mowol
Florianus Hibur enggan memberikan komentar mengenai dugaan tersebut.

Hal itu lantaran saat dikonfirmasi VoxNtt.com melalui telepon, Kades Florianus mengaku masih sibuk mendaftarkan anaknya untuk masuk SMP di Ruteng.

“Tunggu ite (panggilan kamu dalam bahasa Manggarai), masih daftar anak mau masuk SMP di Ruteng,” katanya.

Beberapa jam kemudian VoxNtt.com kembali menghubungi Kades Florianus, namun panggilannya tampak dimatikannya selama tiga kali.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Desa Wae Mowol Manggarai Barat
Previous ArticleKasus NTT Fair dan Monumen Pancasila, KPK Segera Koordinasi dengan Kepolisian dan Kejaksaan
Next Article Pengadaan Mobil Damkar Nagekeo Telah Disetujui DPRD

Related Posts

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.