Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Kerajinan Lokal ‘Taka’ asal Desa Boentuka TTS Go International
Ekbis

Kerajinan Lokal ‘Taka’ asal Desa Boentuka TTS Go International

By Redaksi19 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kades Boentuka, Apris Fuah pose bersama ibu-ibu PKK. Di tengah, nampak berbagai hasil kerajinan tenun serta anyaman ibu-ibu PKK. (FOTO: L. Ulan/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Di tengah tuntutan persaingan global, masyarakat Desa Boentuka, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus memproduksi berbagai kerajinan lokal.

Bagaimana tidak, salah satu hasil kerajinan tradisional berupa anyaman  ‘Taka‘ (Wadah menyimpan beras yang dibawa saat ke pesta/acara kumpul keluarga, red) sudah menembus pasar internasional.

Kepala Desa Boentuka, Apris Fuah kepada VoxNtt.com, Selasa (16/07/2019) di sela-sela kegiatan Bursa Inovasi Desa di Kantor Camat Batuputih, mengakui produk Taka merupakan hasil karya ibu-ibu PKK di desa tersebut.

“Kerajinan ini sudah dijual sampai Jakarta. Bahkan sampai Jerman dan Amerika,” ujar Kades Boentuka.

Di zaman Ibu Adinda Lebu Raya masih menjabat Ketua Tim Penggerak PKK tingkat Provinsi NTT, kata Apris, hasil kerajinan ini sering dikirim ke Kupang untuk selanjutnya dipromosikan dan dipasarkan di Bali, Jakarta, Jerman dan Amerika.

“Hasil jualan dengan harga Rp. 100 ribu lebih ini bisa menghidupkan dan memberdayakan kelompok pengrajin yang tergabung dalam organisasi PKK di tingkat Desa Boentuka,” katanya.

Anyaman ‘Taka‘ yang terbuat dari daun pohon lontar ini, katanya, masih digunakan sebagai wadah untuk menyimpan barang adat dalam perkumpulan kelurga baik itu pesta maupun kedukaan di Desa Boentuka.

Masih menurut Apris, anyaman ‘Taka’ merupakan salah satu jenis kerajinan yang digeluti PKK Desa Boentuka.

Selain Taka, ibu-ibu di desa ini juga menekuni tenun ikat. Berbagai motif tenun pun sudah dipasarkan sampai ke luar negeri.

“Hasil kain tenun ikat sering dipasarkan ke Roma, Italia,” tuturnya.

Penulis: L.Ulan

Editor: Irvan K

Desa Boentuka TTS
Previous ArticleDana Desa Belum Mampu Pulihkan Angka Kemiskinan di NTT
Next Article Minum Air Kali, Warga Desa Bere Butuh Perhatian Pemkab Manggarai

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.