Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Dana Desa Terus Bergulir, Pemprov NTT Sebut Angka Kemiskinan di Ende Justru Naik
VOX DESA

Dana Desa Terus Bergulir, Pemprov NTT Sebut Angka Kemiskinan di Ende Justru Naik

By Redaksi21 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Data dana desa yang diperoleh media ini dari Dinas PMD Provinsi NTT (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Pemerintah Provinsi NTT menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Ende naik pada tahun 2018.

Pemprov NTT membuat perbandingan kenaikkan angka kemiskinan penduduk Kabupaten Ende dari tahun 2017 hingga tahun 2018.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemprov NTT menunjukan bahwa angka penduduk miskin di Ende justru naik menjadi 24,2 persen di tahun 2018 dari angka 24 persen pada tahun 2017.

Angka tersebut menandakan bahwa target menurunkan angka kemiskinan di Ende justru melenceng dari harapan. Padahal, sudah didukung dengan anggaran yang cukup besar.

“Menjadi pertanyaan, mengapa angka kemiskinan kita di Ende belum turun. Seharusnya dengan adanya dana desa itu untuk mempercepat turunnya angka kemiskinan dan juga penurunan angka stunting,” ucap Sekretaris Dinas PMD NTT Yohakim Kotan kepada wartawan di Ende, Sabtu (20/07/2019).

Ia mengatakan, di Kabupaten Ende nilai dana desa dari pemerintah pusat terus meningkat setiap tahun. Namun, dengan dana itu justru tidak menekan angka kemiskinan.

Sekdis PMD NTT ini pun menyodorkan data dana desa yang ditransferkan ke rekening daerah Kabupaten Ende selama periode lima tahun terakhir.

Tahun 2015, dana desa yang disalurkan sebesar Rp 67.298.428.000 untuk 255 desa se-Kabupaten Ende. Kemudian tahun 2016 Kabupaten Ende menerima dana desa sebesar Rp 150.950.201.000.

Tahun 2017 naik menjadi Rp 192.723.464.000 dan tahun 2018 Pemda Ende menerima Rp 175.257.121.000. Sementara tahun 2019 Pemda Ende kembali mendapat jatah dana desa sebesar Rp 198.280.233.000 untuk 255 desa.

Sehingga total nilai penerimaan dana desa selama lima tahun untuk Kabupaten Ende sebesar Rp 748.59.447.000.

Ia mengatakan, angka sebesar itu sama sekali tidak mempengaruhi siklus kemiskinan di Kabupaten Ende ke arah yang lebih baik.

Data BPS terkait angka kemiskinan masing-masing kabupaten di NTT (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Justru, angka kemiskinan penduduk di Kabupaten Ende lebih tinggi dari Kabupaten Sikka maupun Kabupaten Nagekeo.

Berdasarkan data statistik per 17 Januari 2019, angka kemiskinan Kabupaten Sikka pada tahun 2017 sebesar 14,2 persen. Menurun menjadi 13,8 pada tahun 2018.

Sementara Kabupaten Nagekeo, angka kemiskinan pada tahun 2017 sebesar 13,5 persen dan turun menjadi 13 persen pada tahun 2018.

Klarifikasi Angka Kemiskinan

Yohakim juga mengklarifikasi pemberitaan pada media ini yang menyebutkan bahwa angka 24,2 persen menunjukkan angka kemiskinan di NTT.

Yohakim meluruskan bahwa kenaikan angka kemiskinan 24,2 persen merupakan hasil survei BPS terhadap kemiskinan khusus di Kabupaten Ende.

Baca Juga: Dana Desa Belum Mampu Pulihkan Angka Kemiskinan di NTT

“Jadi angka itu untuk Kabupaten Ende bukan NTT. Mungkin itu kekeliruan dan kita mau luruskan,” ucap dia.

Yohakim menerangkan kemiskinan NTT berdasarkan survei BPS per Maret 2018 turun menjadi 21,35 persen dari September 2017 yakni 21,38 persen.

Kemudian persentase penduduk miskin pada Maret 2019 sebanyak 21,09 persen, naik 0,06 persen terhadap September 2018 dan meningkat 0,26 persen terhadap Maret 2018.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticlePolisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran Rumah Kadis PMD Ende
Next Article Sampah di Kali Wae Bobo Didominasi Pembalut, Ketua PWMT: Air Ini Juga untuk Diminum

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.