Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»RDP Nyaris Ricuh, Penduduk Pulau Komodo Ancam Bawa Komodo ke Labuan Bajo
NTT NEWS

RDP Nyaris Ricuh, Penduduk Pulau Komodo Ancam Bawa Komodo ke Labuan Bajo

By Redaksi24 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rapat Dengar Pendapat (RDP) nyaris ricuh. Penduduk pulau Komodo berdiri dari tempat duduk mereka dan menunjuk Wakil Bupati Mabar Maria Geong (Foto Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT–Pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menutup Pulau Komodo selama satu tahun mengundang aksi protes dari warga pulau Komodo.

Tidak sampai di situ, kondisi makin dinamis usai Gubernur NTT mengatakan, akan merelokasi penduduk yang tinggal di Pulau tersebut.

Pernyataan Gubernur mendapat kecaman dari peduduk pulau itu. Setelah melakukan aksi di depan Kantor DPRD, Kantor Bupati dan Kantor Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) pada Rabu (18/7/2019), kini penduduk pulau menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Manggarai Barat, Senin (22/7/2019).

http://fuq.zqc.mybluehost.me/2019/07/23/masyarakat-pulau-komodo-bakal-direlokasi-gubernur-viktor-mereka-tinggal-liar/48854/

Kedatangan mereka demi menyuarakan penolakan wacana penutupan pulau tersebut serta menolak rencana relokasi penduduk.

Adapun agenda yang dibahas dalam RDP tersebut ialah membahas rencana Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk menutup dan merelokasi penduduk pulau Komodo.

Sumber: sunspiritforjusticeandpeace.org

Hadir juga dalam RDP tersebut Ketua DPRD Blasius Jeramun, sejumlah Anggota DPRD, Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong, Kepala BTNK Lukita Awang, dan Kadis Pariwisata, Mabar Augustinus Rinus.

RDP mulai memanas saat Wakil Bupati Mabar Maria Geong mengatakan secara administratif Pemerintah Daerah (Pemda) Mabar belum mengetahui dengan pasti terkait Penutupan Pulau Komodo.

“Kami belum dapat surat tentang penutupan Pulau Komodo,” ungkap Maria.

Pernyataan Maria sontak membuat penduduk Komodo marah. Beberapa pemuda dari pulau Komodo langsung berdiri dan menunjuk Wakil Bupati Mabar sambil berkata ‘Pemerintahan macam apa ini‘.

“Masa Pemda tidak tahu terkait penutupan pulau Komodo ini. Sementara Gubernur sudah berulang-ulang kali mengatakan hal ini di media massa,” ungkap Akbar, salah satu pemuda pulau Komodo.

Akbar mengatakan penduduk Komodo akan melakukan aksi besar-besaran lagi dan akan membawa Komodo ke Labuan Bajo jika DPRD dan Pemda tidak menyuarakan penolakan terhadap rencana Gubernur Viktor.

“Kami janji akan aksi besar-besaran lagi dan kami akan bawa Komodo ke sini. Kami tidak hanya bawa 1, kami akan bawa sampai 10 ekor ke sini,” tegas Akbar.

Tidak sampai di situ, situasi kian memanas ketika salah satu anggota DPRD Mabar dari Partai Hanura, Blasius Janu berkomentar mengenai hal ini sambil memukul-mukul meja.

Blasius mengatakan dirinya sepakat dengan penduduk pulau Komodo agar menolak rencana penutupan pulau itu oleh Gubernur Viktor.

“Maka saya sependapat dengan masyarakat agar tolak rencana ini. Dan saya minta Pemerintah nyatakan itu di dalam paripurna ini,” tegas Blasius.

Situasi baru mereda ketika Ketua DPRD Mabar Blasius Jeramun meminta semua peduduk pulau Komodo untuk tenang.

Blasius juga mengatakan setelah RDP, DPRD akan melakukan rapat internal untuk membahas hal ini serta menentukan  sikap secara bersama.

Penulis: Sello Jome

Editor: Irvan K

Komodo Manggarai Barat Pulau Komodo
Previous ArticleLarang Wartawan Meliput, Anggota DPRD Belu Terancam Pasal Pidana
Next Article Penjaga Toko Hingga Asisten RT di Ende Terima Upah di Bawah UMP

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.