Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Permaporatim Kupang Berbagi Ilmu dan Gelar Bakti Sosial di Desa Compang Raci
MAHASISWA

Permaporatim Kupang Berbagi Ilmu dan Gelar Bakti Sosial di Desa Compang Raci

By Redaksi29 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mahasiswa yang tergabung dalam Permaporatim Kupang berpose bersama masyarakat usai kegiatan bakti sosial
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Perhimpunan Mahasiswa Pocoranaka Timur (Permaporatim) Kupang menggelar sejumlah kegiatan di desa Compang Raci, Kecamatan Pocoranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Kegiatan yang dikemas dalam program Kuliah Kerja Bakti Mahasiswa ini diselenggarakan selama tiga hari dari 23 Juli-26 Juli 2019.

Di desa Compang Raci, puluhan mahasiswa ini mengadakan bakti sosial, penyuluhan pertanian dan kesehatan, pentas seni dan olah raga bersama.

Untuk penyuluhan pertanian dan kesehatan, mahasiswa bekerja sama dengan dinas kesehatan dan pertanian kabupaten Manggarai Timur.

Kegiatan tersebut diadakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Selain itu juga untuk mempertegas fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.

“Selama ini mahasiswa dikenal sebagai entitas akademis. Padahal selain belajar di kampus, mahasiswa juga harus mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Dengan demikian ilmu tersebut dapat berguna bagi perubahaan sosial,” kata Yanto.

Hari pertama, tutur Yanto, mahasiswa mengadakan sosialisasi dari Dinkes dan Dinas pertanian Manggarai Timur.

Tujuannya agar masyarakat setempat bisa meningkatkan pengetahuan seputar kebersihan lingkungan dan kesehatan.

Hari kedua, para mahasiswa mengadakan pembersihan saluran irigasi dan bak penampung air minum.

Para mahasiswa saat menggelar bakti sosial di salah satu mata air di desa Compang Raci, Manggarai Timur

Hari ketiga, pemasangan rambu jalan. Tujuannya untuk mengetahui batas-batas wilayah setiap RT/RW dan dusun di desa tersebut.

Hari keempat, masyarakat desa diberikan pemeriksaan sekaligus pengobatan gratis dari Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Manggarai Timur.

Mateus Umar, kepala dusun Rowe, mengaku senang dengan kehadiran mahasiswa. Pasalnya selain mendapat pengetahuan baru seputar kesehatan lingkungan dan pertanian, masyarakat juga merasa terhibur dengan berbagai kegiatan yang diadakan.

“Kehadiran mereka (Baca: Mahasiswa) memberi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak desa ini untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi,” tambah Umar.

Sementara Anselmus Mindri, Kepada Desa Compang Raci berterima kasih kepada Permaporatim karena rela mengorbankan waktu libur mereka untuk bersama masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Permaporatim Kupang. Semoga kegiatan seperti ini terus dilanjutkan pada masa yang akan datang,” tutur Ansel.

Para mahasiswa tampak sedang asyik beristirahat usai membersihkan salurgan irigasi di desa Compang Raci

Selain itu, Kades Ansel merasa bangga karena kehadiran para mahasiswa membantuk kerja aparat desa dalam menanamkan budaya hidup sehat melalui lingkungan yang bersih.

“Kegiatan pungut sampah plastik setiap pagi dan sosialisasi sangat membantu masyarakat desa kami,” kata Ansel.

“Masyarakat merasa bangga dan senang ketika mereka memperoleh kesempatan untuk mngecek ksehatan mereka secara gratis. Mulai dari pengecekan golongan darah, gigi berlubang, gula darah, asam urat,  kolesterol, dan mata,” sambung Kades Ansel.

Untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan merasakan situasi mereka, para mahasiwa juga menginap di rumah-rumah warga.

Pada hari terakhir, mereka menyuguhkan malam pentas seni dan hiburan. Beragam acara pun digelar seperti tarian, pembacaan puisi, drama singkat dan vokal group. (VoN)

Manggarai Timur Permaporatim Kupang
Previous ArticleEmpat Desa di Nagekeo Dapat Bantuan Beras Rawan Pangan
Next Article Empat Imam Ditahbiskan, Alumni St.Klaus Gelar Syukuran Bersama

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.