Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Soal Relokasi Penduduk Pulau Komodo, Wagub NTT: Tidak Ada Pemaksaan
HEADLINE

Soal Relokasi Penduduk Pulau Komodo, Wagub NTT: Tidak Ada Pemaksaan

By Redaksi1 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu di Kupang (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef A. Nae soi mengaku, tidak ada pemaksaan kepada masyarakat Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) untuk keluar dari tempat itu.

“Setiap kali kita mau bikin sesuatu itu pasti ada saja yang setuju dan tidak setuju. Kalau mereka tidak mau, tidak boleh ada pemaksaan. Ini juga masyarakat kita. Kesejahteraan rakyat itulah hukum yang tertinggi,” kata Wagub Nae Soi kepada wartawan di Kupang, beberapa waktu lalu.

Secara realitas, kata dia, ada manusia yang tinggal di Pulau Komodo bertahun-tahun.

“Di Pulau Komodo itu ada tempatnya dragon. Kalau dragon kita mau bikin liar dan habitatnya liar tidak mungkin manusia ada di situ. Itu dimensi ideal. Apakah manusianya kita keluarkan dari situ atau, ini opsi. Ataukah manusianya tetap di situ dan menjaga supaya konservasi tetap dilakukan atau bertahan keluar. Ini kita tinggal negosiasi dengan masyarakat di situ,” tutur Nae soi

Yang paling penting kata dia, adalah menyelamatkan dragon Komodo itu bisa hidup sampai seterusnya.

“Jangan 100 tahun dia selesai. Coba ade-ade mereka ke sana bagaimana Komodo bisa mempertahankan hidupnya. Tapi kalau tidak, dia bertelur orang bisa curi itu telur dan Komodo yang lain makan lagi telur. Bagaimana dia mau berkembang biak. Salah satunya konservasi dengan pasokan makanannya banyak. Rusa harus banyak, kerbau liar harus banyak. Sekarang makanan hampir tidak ada, bahkan ada orang yang curi lagi rusa di situ,” ungkapnya.

Ia mengatakan pengawasan di Taman Nasional Komodo (TNK) itu sangat lemah.

“Pengawasan kitakan sangat lemah. Oleh sebab itu salah satu tahun ke depan kita minta aparat penegak hukum supaya tindak tegas orang itu. Karena ini satu-satunya di dunia loh,” katanya.

Ia menegaskan, wacana penutupan kawasan TNK dan melakukan relokasi penduduk yang bertahun-tahun tinggal di dalam kawasan itu untuk kepentingan konservasi alam.

“Binatang langka, seperti Varanus Komodo kita harus jaga, karena satu-satunya di dunia yang menjadi icon Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Realitanya saat ini sumber makanan komodo yang disebutkan itu sudah hampir punah ,” kata Nae Soi.

Ketika ditanya tempat yang disiapkan pemerintah untuk merelokasikan masyarakat Pulau Komodo, Nae soi mengatakan, nanti akan dicari.

“NTT ini, pulau kosongnya masih banyak, seperti Pulau Kera tidak ada orang yang tinggal. Hanya sekarang yang kita pikirkan adalah biaya untuk pembangunan rumah dan mata pencaharian mereka setelah direlokasi nanti,” tutup Nae Soi.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Josef A. Nae Soi Kota Kupang Pulau Komodo
Previous ArticleKejari TTS Tahan Tiga Tersangka Korupsi Embung Mnelalete
Next Article Jelang Pilkades Serentak dan Pilkada, Kapolres Belu Imbau Netizen

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.