Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»WVI Ajak Guru di Matim agar Tidak Mendidik Murid dengan Kekerasan
Pendidikan NTT

WVI Ajak Guru di Matim agar Tidak Mendidik Murid dengan Kekerasan

By Redaksi1 September 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta jambore Hari Anak Nasional Manggarai Timur saat mengikuti kegiatan di Aula Susteran Putri Karmel Wae Lengkas, Sabtu (31/08/2019).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng,  Vox NTT – LSM Wahana Visi Indonesia (WVI) mengajak guru-guru di Manggarai Timur (Matim) untuk tidak mendidik murid dengan cara kekerasan.

Hal itu disampakian Staff WVI Cluster Manggarai Raya Maria F. Gatur saat membawakan materi pada pelaksanaan Jambore Hari Anak Nasional dan Retret Guru Kabupaten Matim, Sabtu (31/08/2019).

Jombore berlangsung di Aula Susteran Putri Karmel Wae Lengkas Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh 374 siswa dan 25 orang guru dari 9 SD di Kecamatan Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur, Matim.

Baca Juga: Gandeng WVI, Pemdes Wudi Peringati HAN 2019

Salah satu Staff WVI Cluster Manggarai Raya Santo Petrus menjelaskan, kegiatan itu merupakan kerja sama antara WVI dengan Keuskupan Ruteng.

Hal itu kata dia, tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah berjalan dalam beberapa Memorandum of Agreement (MoA) secara rutin setiap tahun selama durasi MoU.

Pada tahun 2019, lanjut Santo, proses MoA sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan beberapa target pencapaian yang ditetapkan secara bersama.

WVI bersama dengan Puspas Keuskupan Ruteng telah mengembangkan rancangan aktivitas berdasarkan setiap seksi yang disepakati.

“Dalam bidang pendidikan, salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah peningkatan kapasitas guru (Non Pedagogikal: Keterpanggilan sebagai guru dan Pengasuhan dengan kasih), yang dirangkaikan dengan jambore Hari Anak Nasional (HAN),” ungkapnya kepada VoxNtt.com,  Minggu (01/09/2019)

Santo menambahkan, kegiatan ini didasarkan pada masih rendahnya kesadaran guru akan keterpanggilannya sebagai guru yang sejatinya, Kemudian, pengetahuan guru terkait pola didik tanpa kekerasan terhadap murid.

Selain itu karena kurangnya kegiatan-kegiatan pengembangan keterampilan anak didik yang menyebabkan kinerja guru kurang maksimal dan rendahnya prestasi anak didik.

“WVI akan menggunakan materi dasar pengasuhan dengan cinta untuk memberikan pengetahuan kepada guru untuk dapat menjadi pendukung dan kader pengembangan guru lain yang ada di sekolah yang ikut serta,” ujarnya.

Menurut Santo, hal ini akan menjadi kesempatan bagi WVI untuk membantu memperkenalkan modul PDC kepada mitra untuk kemudian dapat digunakan secara luas.

Hal tersebut juga menjadi momentum untuk kegiatan anak yang mengutamakan peningkatan kecerdasan majemuknya. Ini demi mendapatkan dukungan dari gereja, guru dan anak itu sendiri.

Dikatakan, tujuan kegiatan tersebut adalah supaya guru menemukan sukacita yang sejati dalam tugas dan pelayanannya.

Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan guru dalam mendidik anak dengan cara yang positif melalui penggunaan modul Pengasuhan Dengan Cinta (PDC) secara selektif.

Menurut Santo, kegaiatan itu juga untuk mengembangkan keahlian majemuk anak dalam pengembangan talenta dan kelompoknya.

“Untuk mencapai tujuan ini, kegiatan pertemuan dilakukan dengan metode worksop terintegrasi dengan kegiatan kreatif camping/jamboree Hari Anak Nasional,” katanya.

Dalam kegiatan ini, WVI juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur. Kerja sama terutama dalam mengembangkan keterampilan anak.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

Manggarai WVI
Previous ArticleGelar Aksi 1000 Lilin, Pemuda Matim: Kami Tolak Radikalisme dan Intoleransi
Next Article Lafaek Malaka Menata Pantai Motadikin

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.