Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Masih Banyak Masalah untuk Dukung Geliat Investasi di Labuan Bajo
Ekbis

Masih Banyak Masalah untuk Dukung Geliat Investasi di Labuan Bajo

By Redaksi20 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
View Kota Labuan Bajo dari Puncak Waringin (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Meski Labuan Bajo sudah ditetapkan sebagai salah satu dari empat destinasi wisata prioritas nasional, namun ternyata masih banyak sejumlah persoalan di ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) itu.

Salah satu persoalan yang muncul ialah masalah investasi bagi para pengusaha pariwisata.

Matheus Siagian, salah satu pengusaha pariwisata yang telah lama bergelut di bidang restoran dan hotel mengaku masih banyak fasilitas yang minim disiapkan di Labuan Bajo.

“Misalnya listrik sering mati, telekomunikasi putus-putus, sinyal nggak kuat, air yang sering tidak jalan sehingga pengusaha terpaksa beli air,” jelas Matheus saat ditemui VoxNtt.com, Senin (19/09/2019).

“Pemda perhatikan itu, supaya jangan hanya berharap investor datang terus, semakin banyak datang semakin banyak kebutuhan mereka harus kita penuhi,” sambung dia.

Pemda Mabar kata Matheus, harus menyadari bahwa yang mereka sediakan untuk pengusaha masih sangat minim.

“Air masih harus beli, dan listrik sering mati sehingga harus pakai genset. Perlu diingat beban pengusaha di Labuan Bajo masih tinggi,” ujar Matheus.

Selain berusaha meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, ia juga meminta agar bagaimana uang yang dikeluarkan oleh turis bisa terserap sampai ke masyarakat menengah ke bawah.

Pemilik restoran Tree Top Labuan Bajo itu juga mengkritisi tenaga kerja asing yang bekerja di Labuan Bajo.

Karena itu, Matheus meminta agar pengusaha di Labuan Bajo perlu didorong untuk terus menciptakan lapangan kerja dan menggunakan tenaga kerja lokal, bukan tenaga kerja asing.

Dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Mabar memperhatikan secara serius berbagai masalah itu untuk memberikan kenyamanan dalam berinvestasi.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat Matheus Siagian
Previous ArticleDiarak Ribuan Pendukung ke DPC PDIP Malaka, SBS: Saya Marhaenis
Next Article Warga Detukeli Belum Nikmati Listrik, Pelayanan PLN Disorot

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.