Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Ini Sosok di Balik Lukisan Wajah Gubernur NTT yang Viral di Media Sosial
Seni dan Budaya

Ini Sosok di Balik Lukisan Wajah Gubernur NTT yang Viral di Media Sosial

By Redaksi28 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lukisan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat oleh Ardinardus Ricard Etta
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Sebuah lukisan wajah Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat viral di sebuah grup media sosial facebook.

Postingan yang diunggah akun facebook Andry Molo itu sudah disukai lebih dari 6.000 orang. Lukisan itu juga mendapat pujian dari para netizen.

Sosok pria yang melukis wajah Gubernur Laiskodat ternyata putra daerah NTT.

Namanya Ardinardus Ricard Etta. Pria berdarah Kefamenanu, TTU itu, kini tengah mengenyam pendidikan di Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang.

Pra kelahiran 2 Mei 1996 itu mengaku lukisan wajah Gubernur Laiskodat adalah karya miliknya.

“Iya kakak itu lukisan saya dan saat ini saya kulia di Unika, Jususan Arsitektur. Saya hobi menggambar sejak umur 7 tahun,” ujar Etta
Kepada VoxNtt.com, Sabtu (28/09/2019) sore.

Dikatakan, alasan dirinya melukis wajah orang nomor satu di NTT itu agar bisa memperhatikan kreativitas para pemuda, terutama tentang seni.

Ardinardus Ricard Etta

“Supaya semangat kreativitas pemuda-pemuda di NTT semakin maju dan berkembang lebih baik lagi,” imbuhnya.

Belum Banyak Berminat

Etta menjelaskan sejak tahun 2018 dirinya sudah membuka sebuah jasa lukis. Namun, usahanya itu belum berhasil.

“Jasa lukis sementara berjalan cuman belum banyak yang berminat atau mungkin belum terlalu tahu, khususnya lukisan wajah dngan pencil,” ujarnya.

Untuk bayaran sebuah lukisan jelas dia, sangat tergantung dari jenis pesanan atau gambar, juga ukuran tiap kertas yang diinginkan oleh pelanggan.

Biasanya kata Etta, tarifnya Rp 250.000 sampai Rp 350.000 per gambar atau per wajah. Itu pun sudah ditambah dengan bingkai.

Pria 23 tahun ini juga mengaku, untuk menyelesaikan sebuah lukisan membutuhkan waktu minimal 1 hari dan maksimal 2 hari. Hal itu, tergantung dari tingkat kesulitan gambar.

Kendati demikian Etta berharap, hasil karyanya itu bisa dikenal luas oleh masyarakat NTT khususnya di Kota Kupang.

Menurut dia, saatnya anak muda NTT mengembangkan kreativitas ke mata publik.

“Saatnya kita bergulat dalam seni, agar bisa menjunjung tinggi nilai seni. Dengan lukisan akan ada pesan yang disampaikan kepada publik,” tukasnya.

Untuk para penggemar lukisan silakan langsung menghubungi Etta melalui nomor telepon/WA 082237032070.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Ardinardus Ricard Etta Kota Kupang
Previous ArticleJawabi Krisis Kepemimpinan, Senat Unwira Kupang Gelar LKTA
Next Article Warga di Cibal Merasa Dizalimi oleh Pemerintah Manggarai

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Palma Hill Gelar Pelatihan Public Speaking untuk Anak di Kupang

15 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026
Terkini

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.