Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Jalankan Program RPM, Bupati Malaka Sebut Dapat Dukungan Luar Biasa dari Tim Pakar
Ekbis

Jalankan Program RPM, Bupati Malaka Sebut Dapat Dukungan Luar Biasa dari Tim Pakar

By Redaksi2 Oktober 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Malaka Stefanus Bria Seran saat memanen bawang merah di Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, Rabu (02/10/2019)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Bupati Malaka Stefanus Bria Seran menyebut sejak awal menjalankan program Revolusi Pertanian Malaka (RPM), pihaknya mendapat dukungan yang luar biasa dari tim pakar.

Tim pakar RPM tersebut di bawah pimpinan Dr. Herry Kotta.

Menurut dia, program RPM ini difasilitasi alat-alat pertanian yang canggih dari Pemerintah Kabupaten Malaka.

Bupati Stefanus menjelaskan, program RPM bertujuan agar masyarakat Malaka berkelimpahan pangan dan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tinggi.

“Pikiran pertama ketika rakyat Malaka mempercayai saya untuk memimpin Malaka adalah semua warga harus punya kebun.Tetapi pemerintah bantu rakyat olah lahan dengan peralatan modern. Maka atas kesepakatan dengan DPRD, kita jalankan program RPM ini,” katanya saat memanen bawang merah secara simbolis di Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, Rabu (02/10/2019).

Bawang merah tersebut berada di lahan milik petani Agustina Seuk Kwaik dari Kelompok Tani Fini Katuas di Desa Lasaen.

Setelah bawang merah dipanen diketahui hasilnya mencapai 11,1 ton per hektarnya.

Menurut Ketua tim pakar RPM Herry Kotta, hasil tersebut melampaui target mereka yakni hanya sebatas 10 ton per hektarnya.

“Target kita 10 ton per hektar, sehingga kalau dijual dengan harga 10 ribu per kilogram maka akan menghasilkan 100 juta rupiah per hektar,” kata Hery.

Penulis: Frido Raebesi
Editor: Ardy Abba

Bupati Malaka Malaka Stefanus Bria Seran
Previous Article21 Perkara Sementara Ditangani Biro Hukum Pemprov NTT
Next Article TMMD ke-106 di Desa Fohoeka, Bukti Kemanunggalan TNI dengan Rakyat

Related Posts

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Kedatangan Dua Kapal Pesiar Internasional

19 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.