Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Beredar SMS Oknum Wartawan di Matim Minta Uang ke ASN, Dewan Pers Angkat Bicara
NASIONAL

Beredar SMS Oknum Wartawan di Matim Minta Uang ke ASN, Dewan Pers Angkat Bicara

By Redaksi8 Oktober 20194 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Komisi hukum dewan pers, Agung Dharmajaya (Foto: Antaranews.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Beberapa hari terakhir ini, beredar foto pesan singkat dari oknum wartawan yang diketahui bernama Kristianus Nardi Jaya (KNJ) kepada Kristo Selek.

KNJ adalah wartawan media online postflores.com yang bertugas di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedangkan Kristo Selek adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, Matim.

Dalam SMS yang beredar luas itu, KNJ meminta uang senilai 7 juta rupiah kepada Kristo Selek. SMS dikabarkan dikirim kepada Kristo Selek pada Sabtu (05/10/2019), sekitar pukul 17.55 sore.

Melalui pesan singkatnya, KNJ menjelaskan uang 7 juta rupiah tersebut sebagai dana kompensasi dan merupakan permintaan dari dewan pers untuk memulihkan kepercayaan publik melalui jalur Lonto Leok (duduk bersama untuk mencapai mufakat).

Baca Juga:

  • ASN Asal Desa Komba Matim: Tidak Ada Maksud untuk Intimidasi Wartawan
  • Oknum Wartawan di Matim Diduga Minta Kompensasi 7 Juta Rupiah
  • Catut Nama Dewan Pers Minta Uang ke ASN, Begini Kata Ketua Ajo Matim
  • KNJ: Uang 7 Juta Rupiah untuk Beli Babi, Beras dan Lain-lain

“Sore kaka..hari senin tman2 datang semua di rumah..kaka siap kompensasinya 7 juta. Ini bukan dari saya tapi dari dewan pers untuk pulihkan kepercayaan publik melalui jalur lonto leok yang nantinya semua media manggarai raya akan publikasi itu..tabe” demikian isi SMS dari KNJ kepada Kristo Selek yang salinannya diterima VoxNtt.com.

Foto SMS dari Kristianus Nardi Jaya kepada Kristo Selek yang sudah tersebar luas

Dalam SMS tersebut, KNJ tampak mencatut nama dewan pers dan semua media di Manggarai Raya (Matim, Manggarai, dan Manggarai Barat).

Terkait persoalan yang mencatut nama lembaganya ini, dewan pers akhirnya angkat bicara.

Komisi hukum dewan pers Agung Dharmajaya menegaskan, lembaganya tidak pernah meminta uang kepada oknum siapapun.

“Sekali lagi, Dewan Pers tidak pernah meminta uang atau imbalan dalam bentuk apapun dalam setiap kegiatan,” tegas Dharmajaya saat dihubungi VoxNtt.com, Senin (07/10/2019) malam.

Dia meminta, untuk dikonfirmasikan jika memang ada permintaan yang mengatasnamakan dewan pers.

Selain itu, Dharmajaya meminta untuk menunjukkan kalau ada bukti tertulis atau surat dan edaran permintaan uang dari dewan pers.

Terkait dugaan permintaan kompensasi senilai 7 juta rupiah dan pencatatutan nama dewan pers tersebut, Dharmajaya mengarahkan untuk diadukan ke pihak berwajib apabila merasa dirugikan.

“Semua yang merasa dirugikan, bisa wartawan atau juga pihak kepala sekolah atau yang lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, pengamat sosial Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Lasarus Jehamat menilai ada dua hal penting dari peristiwa itu.

Keduanya itu jelas dia, meminta uang dan mencatut nama dewan pers.

“Kalau sudah begitu, etika jurnalistik semakin jauh dipraktikan dan pemburu rente tidak hanya menjadi monopoli satu dua lembaga,” jelas Lasarus kepada VoxNtt.com, Selasa (08/10/2019) pagi.

Menurutnya, media massa harus mempunyai kesadaran bahwa kepercayaan rakyat menjadi hal utama.

“Kalau buat begitu terus, media dan elemennya tidak akan dipercaya publik nanti,” ujarnya.

Sebelumnya, KNJ diduga diintimidasi oleh Kristo Selek saat meliput kegiatan penetapan calon Kepala Desa di Kantor Desa Komba, Rabu (02/10/2019).

“Ketika saya hendak mengambil gambar dalam momen tersebut, ia masuk mendekati saya dan ingin merampas kamera yang saya pegang sambil teriak, jangan foto,” jelas KNJ.

Menurutnya, meski sudah dijelaskan beberapa kali bahwa dirinya adalah wartawan yang tengah melakukan tugas peliputan, namun KS tidak peduli.

Sementara itu KS mengaku tidak bermaksud melakukan intimidasi kepada seorang wartawan.

“Saya tidak bermaksud mengintimidasi wartawan yang sedang meliput. Peristiwa kemarin merupakan reaksi spontanitas,” ujarnya kepada VoxNtt.com, Jumat (5/10/2019) di Borong.

Dikatakannya, reaksi itu merupakan ekspresi kekecewaan lantaran panitia Pilkades tidak memberikan informasi yang benar terkait bakal calon yang akan bertarung pada Pilkades di desa itu.

“Sebelumnya mereka bilang batal untuk penetapan bakal calon ternyata penetapannya tetap mereka lakukan. Dan waktu itu saya datang sebagai tokoh masyarakat. Makanya saya marah panitia Pilkades dan beberapa orang di situ termasuk adik wartawan,” jelasnya.

“Saya memang datang agak terlambat waktu itu, tapi sekali lagi itu reaksi spontanitas tidak ada intimidasi,” tambahnya.

Dikatakan usai peristiwa itu dirinya langsung meminta maaf kepada semua peserta rapat yang hadir.

“Saya minta maaf kepada mereka waktu itu, tapi sekali lagi saya tidak ada maksud untuk intimidasi,” ucapnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim Nasional
Previous ArticleKNJ: Uang 7 Juta Rupiah untuk Beli Babi, Beras dan Lain-lain
Next Article Dua Kades Studi Banding di Desa Lakekun dan Lakekun Barat

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.