Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Cerita Dua Saudara Kandung di Matim yang Dipasung di Gubuk Reyot
Regional NTT

Cerita Dua Saudara Kandung di Matim yang Dipasung di Gubuk Reyot

By Redaksi9 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Maksimus Logo bersama dua saudara kandung yang lagi dipasung (Foto: ML)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Antonius Radio (52) dan Fransiskus Nevi Burni (49) merupakan kakak beradik yang menderita gangguan jiwa.

Keduanya adalah warga Kampung  Lago, Lengko Ajang, Kelurahan Golo Wangkung, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Kampung ini berada di pedalaman Kabupaten Manggarai Timur. Aksesnya sangat susah dan memprihatinkan.

Dua saudara kandung ini pun dipasung di sebuah pondok reyot. Berdinding pelupuh bambu, beralaskan tanah. Sempit pula.

Maksimus Logo warga kampung itu menjelaskan Radio dan Burni dipasung setahun yang lalu.

“Keduanya sudah dipasung sejak bulan Mei 2018 lalu. Dua-duanya secara bersamaan dipasung warga setempat,” ujar Logo kepada VoxNtt.com, Selasa (08/10/2019).

Saat mengunjungi kediamannya, Selasa (8/10), dia menuturkan, kondisi keduanya sangat miris dan memprihatinkan.

“Saya sangat kasihan melihat kondisi dua saudara kandung itu yang dipasung dalam satu ruangan sempit serta pondok bambu yang kecil dan reyot,” jelas Logo.

Dia pun berharap ada penanganan dari dinas terkait untuk membebaskan keduanya dari pasungan tersebut.

Dia juga meminta niat baik dari relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Kabupaten Manggarai Timur untuk mengunjungi keduanya dan melaporkannya kepada dinas terkait.

“Saya minta relawan KKI menginformasikan ke Dinas terkait di Manggarai Timur. Mereka dua saudara kandung yang bersamaan dipasung oleh keluarga dan warga setempat,” ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Manggarai Timur Bonifasius Hasudungan menjelaskan, dirinya sudah menginformasikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk mendata dan mengunjungi penderita gangguan jiwa, serta melakukan perawatan bagi pasien yang menderita tersebut.

“Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur siap mendata penderita gangguan jiwa di seluruh Kabupaten Manggarai Timur,” ujar Sekda Boni Kamis, 3 Oktober 2019 lalu.

Hal itu pun dibuktikan dengan upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur yang mengunjungi dan mendata, serta mengobati luka kaki dari penderita gangguan jiwa yang dipasung di Kampung Waebok, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba.

Sekda Boni juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama dari jurnalis di Manggarai Timur, serta relawan KKI ODGJ yang terus menginformasikan kepada Pemerintah Daerah tentang pasien gangguan jiwa yang terpasung.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticlePMI Matim Terjunkan Tangki Air ke Ulung Baras
Next Article Misi Kemanusiaan Yohanes Paulus II

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.