Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Risau dengan Korupsi, Jokowi Diminta Terbitkan Dekrit “Darurat Korupsi”
NASIONAL

Risau dengan Korupsi, Jokowi Diminta Terbitkan Dekrit “Darurat Korupsi”

By Redaksi16 Oktober 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
DR. Benny K Harman, SH
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Politisi partai Demokrat, Benny K. Harman merisaukan kondisi negara yang belakangan ini terus dilanda korupsi.

Kerisauan Benny terpantul dari banyaknya pejabat negara yang tersandung kasus korupsi.

Hal itu terbukti dari temuan Indonesia Corruption Watch di mana pada tahun 2018 terdapat 454 kasus korupsi yang ditangani lembaga penegak hukum dengan 1.087 tersangka.

Sementara sebelumnya tahun 2017, tercatat 576 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 1.298.

Benny menilai maraknya kasus korupsi di Indonesia menjerumuskan negara dalam kondisi darurat korupsi.

“Ngeri negeri ini jika setiap hari ada pejabat negara terjaring operasi tangkap tangan karena korupsi,” tulis penulis buku ‘Negeri Mafia, Republik Koruptor’ ini dalam status Twitternya, Rabu, (16/10/2019).

Kengerian korupsi yang disampaikan Benny mengingat sepekan terakhir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Setelah di Indramayu dan Kaltim, OTT terbaru dilakukan di Medan, Sumatra Utara.

Untuk itu doktor hukum tata negara ini menyarankan presiden RI, Joko Widodo untuk menerbitkan dekrit atau keputusan “Negara dalam Darurat Korupsi”.

“Ayo bapa presiden pimpin kami semua proklamirkan perang semesta lawan korupsi,” tulisnya.

Selain itu Benny menjelaskan, perlu adanya kebijakan baru dalam pemberantasan korupsi yakni membangun kultur masyarakat antikorupsi.

“Tanpa memperhatikan kultur atau budaya maka siapapun pasti gagal memberantas korupsi,” tuturnya. (VoN)

Benny K Harman
Previous ArticleMasyarakat Belu Diajak Tabung di Bank NTT
Next Article Jokowi Ingin Pelantikan MPR Dijalankan Sederhana

Related Posts

Pesta Babi yang Menakutkan?

16 Mei 2026

Agama di Era Post-Antroposen: Alarm dari Kota Ruteng

7 Mei 2026

Komisi III DPR RI Soroti Kekurangan Anggaran dan Sarpras saat Kunker ke NTT

23 April 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.