Kupang, VoxNTT.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memfokuskan penanganan pascagempa Flores pada evakuasi dan penyelamatan korban.
Hingga informasi sementara diterima, lima orang dilaporkan meninggal dunia, masing-masing dua orang di Kabupaten Sikka dan tiga orang di Kabupaten Manggarai.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, dirinya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTT dan pimpinan DPRD NTT akan meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sikka pada siang ini. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat dan menerima laporan dari para bupati mengenai dampak gempa di wilayah Flores.
“Fokus utama adalah mengevakuasi dan menyelamatkan korban,” kata Melki saat konfrensi pers di Kupang pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sebagaimana dikutip dari akun Facebook-nya.
Menurut dia, Pemprov NTT mengerahkan seluruh kekuatan bersama Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah kabupaten dan kota, serta pemerintah pusat untuk melakukan penanganan awal. Pemerintah juga akan melakukan kajian berdasarkan data dan kondisi lapangan sebelum menentukan langkah berikutnya.
Salah satu opsi yang akan dikaji adalah pengusulan status bencana nasional. Namun, keputusan tersebut akan dilakukan melalui mekanisme yang berlaku setelah pemerintah memperoleh gambaran menyeluruh mengenai dampak gempa di Flores.
Melki mengatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah menteri sejak pagi. Menteri Pekerjaan Umum juga telah menyatakan kesiapan kementeriannya memberikan dukungan dan berencana datang langsung ke Flores untuk melihat kondisi di lapangan.
Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan satu pusat informasi bersama untuk memastikan informasi mengenai penanganan gempa tersampaikan secara terkoordinasi. Pusat informasi tersebut kemungkinan ditempatkan di Polda NTT. Forkopimda akan menyampaikan rilis resmi setiap hari agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.
Di tengah penanganan bencana, Pameran Pembangunan Provinsi NTT tetap akan digelar dengan tema “Peduli Gempa Flores”. Kegiatan itu disebut sebagai bentuk solidaritas sekaligus upaya menjaga aktivitas ekonomi hampir 600 pelaku UMKM yang telah terlibat.
Melki juga meminta pemilik toko, rumah makan, warung, serta usaha makanan dan minuman di Flores membuka akses bagi tim kemanusiaan dari TNI, Polri, pemerintah, dan pihak swasta. Mereka diminta memprioritaskan pelayanan kebutuhan masyarakat terdampak dan tim kemanusiaan.
“Jangan sampai ada satu pun masyarakat terdampak bencana yang tidak bisa makan dan minum,” ujarnya.
Pemerintah, kata dia, akan menyiapkan mekanisme pembayaran dan pertanggungjawaban atas kebutuhan yang digunakan dalam penanganan bencana. Keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas dalam penanganan gempa Flores.
Data korban meninggal dunia masih dalam proses verifikasi dan akan diperbarui berdasarkan laporan resmi dari lapangan. [VoN]

