Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Warga yang Keracunan di TTU Akibat Makan Daging Sapi Mati
KESEHATAN

Warga yang Keracunan di TTU Akibat Makan Daging Sapi Mati

By Redaksi18 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Petugas kesehatan di Puskesmas Lurasik sementara memberikan perawatan intensif bagi warga yang menderita keracunan makanan, Jumat, 18 Oktober 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Kepala Puskesmas (Kapus) Lurasik Kecamatan Biboki Utara kabupaten TTU, Simon Luan Asa menyebutkan jumlah warga yang keracunan berjumlah 49 orang bukan 50 sebagaimana yang diberitakan media ini sebelumnya.

Dijelaskan Simon, 49 warga tersebut keracunan akibat mengkonsumsi daging dari sapi yang sudah mati.

Mereka berasal berasal dari Desa Haueteas Barat,Sapaen,Taunbaen Timur dan Biloe. Tujuh di antara korban berusia di bawah 15 tahun sedangkan sisanya orang dewasa.

“Dari kemarin sampai pagi ini yang masuk itu 49 orang, dari 49 orang itu yang diinfus 15 orang,satu orangnya dirujuk ke rumah sakit Halilulik,” jelas Kapus Simon saat dikonfirmasi wartawan di Puskesmas Lurasik, Jumat (18/10/2019).

Awalnya, jelas Simon, sapi milik salah seorang warga Desa Biloe sakit lalu disuntik oleh seorang warga yang berasal dari desa setempat. Beberapa waktu kemudian sapinya mati kemudian dipotong sang pemilik.

“Tidak tahu daging itu dijual ke tetangga atau bagaimana tetapi yang jelas daging ada 14 tumpuk, dibagi mulai dari Haueteas, Biloe,Taunbaen Timur sampai ke Desa Sapaen,” tuturnya.

Kapus Simon menambahkan, usai mengkonsumsi daging tersebut warga mengeluhkan kepala sakit, sakit perut hingga mencret.

“Kita saat ini masih menyisir empat desa tersebut supaya bisa segera memberikan pertolongan bagi warga yang juga keracunan, saat ini yang sudah pulang ada enam orang. Kalau yang dirujuk ke Halilulik kita belum cek perkembangannya seperti apa,” ujarnya.

Lebih jauh Kapus Simon menuturkan, untuk persediaan logistik seperti infus dan obat-obatan saat ini mencukupi.

Namun sebagai bentuk antisipasi, pihaknya sudah meminta tambahan logistik dari kabupaten.

“Kita sudah ajukan permintaan tambahan logistik dan katanya sementara dalam perjalanan,” pungkasnya.

Kapus Simon juga menegaskan akan segera memanggil oknum yang menyuntik sapi tersebut dan akan dimintai penjelasan terkait kompetensi dan jenis obat-obatan yang dipakai pelaku.

Diduga Keracunan Makanan, 50 Warga TTU Dirawat Intensif

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni j

keracunan makanan TTU
Previous ArticleYosef Danur, Tokoh Masyarakat Adat Colol Terpilih Jadi Duta Konservasi NTT
Next Article Bantu Warga di Pulau Mules, Pemkab Manggarai Kirim Satu Mobil Tangki Air

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.