Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Yosef Danur, Tokoh Masyarakat Adat Colol Terpilih Jadi Duta Konservasi NTT
Regional NTT

Yosef Danur, Tokoh Masyarakat Adat Colol Terpilih Jadi Duta Konservasi NTT

By Redaksi18 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yosef Danur saat menerima SK duta konservasi NTT beberapa waktu lalu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Yosef Danur, tokoh masyarakat asal Colol, Desa Ulu Wae, Kecamatan Pocoranaka Timur, Manggarai Timur terpilih menjadi duta konservasi NTT.

Penetapan tersebut tertuang dalam surat keputusan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT, Timbul Batu Bara pada 2 Juli 2019 lalu.

Pengangkatan duta konservasi merujuk pada UU No 5 tahun 1990 pasal 37 di mana mengamanatkan peran masyarakat dalam konservasi sumber daya hayati serta ekosistemnya.

Menurut Timbul, peningkatan pendidikan dan kesadaran masyarakat dapat dilakukan lewat penyuluhan dan sosialiasi yang dilakukan duta konservasi.

Dalam menjalankan tugasnya Yosef memiliki peran antara lain:

Pertama, mempromosikan dan mensosialisasikan program konservasi keanekaragaman hayati dan pentingnya upaya konservasi SDA kepada masyarakat.

Kedua, menumbuhkembangkan kesadaran konservasi di lingkungan masyarakat dengan memotivasi dan mengajak masyarakat untuk aktif dalam isu konservasi.

Selain itu, dalam menjalankan tugas, ia berpedoman pada konsep tiga pilar yakni kerja sama antara pemerintah, gereja dan masyarakat.

Konsep tiga pilar sebenarnya pendekatan dialog yang pertama kali diterapakan di Colol beberapa waktu lalu di mana Yosef Danur sendiri menjadi salah satu tokoh kunci dalam penyelesaian sengketa tapal batas.

BACA JUGA: Sejarah, Darah dan Budaya di Balik Secangkir Kopi Pait Colol (Part 1)

Kepada VoxNtt.com, Yosef menyebut keputusan tersebut membawa tanggung jawab yang besar sekaligus menantang dirinya untuk terus menjalin komunikasi dialogis antara masyarakat, pemerintah dan gereja.

“Selama ini forum tiga pilar ini sudah berjalan cukup baik. Kami berharap kerja sama ini akan terus dilakukan ke depan sehingga dapat menyelesaikan sengketa secara dialog tanpa kekerasan,” tuturnya.

Ke depan, ia berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga alam terutama melalui pendekatan budaya.

Dalam budaya orang NTT, jelas Yosef, terdapat banyak kebajikan lokal yang dapat dipakai untuk menjaga hutan dan lingkungan hidup.

“Kebajikan-kebajikan lokal ini harus terus dijaga dan bila perlu direvitalisasi lagi. Nanti saya akan terus membangun diskusi dengan tokoh-tokoh adat serta tokoh muda agar kembali melihat alam sebagai bagian penting dari kehidupan manusia,” tuturnya.

Tak lupa ia mengucap terima kasih kepada Kepala BKSDA NTT dan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem atas kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (VoN).

BKSDA Colol Kota Kupang
Previous ArticleMakan ‘Suami’ di Pesta Laut Pemana
Next Article Warga yang Keracunan di TTU Akibat Makan Daging Sapi Mati

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.