Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Makan ‘Suami’ di Pesta Laut Pemana
Seni dan Budaya

Makan ‘Suami’ di Pesta Laut Pemana

By Redaksi18 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
'Suami' yang disajikan dalam Pesta Laut Pemana pada Rabu (18/10/2019) di Pulau Kambing. (Foto: Are De Peskim/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT-Suami adalah pendamping hidup bagi istri. Akan tetapi, bagaimana rasanya bila para istri menyediakan ‘suami’ untuk disantap?

Dalam Pesta Laut Pemana pada Rabu (16/10/2019) lalu di Pulau Kambing, Kecamatan Alok. ‘Suami’ menjadi salah satu menu makanan masyarakat dan undangan yang mengikuti Pesta Laut Pamana.

Suami terbuat dari ubi kayu atau singkong. Bentuknya menyerupai menyerupai nasi tumpeng hanya saja ‘suami’ berukuran kecil.

Menurut, Minaria, seorang ibu PKK dari Dusun Mole, Desa Pemana, ada dua macam ‘suami’ yakni suami putih yang berwarna putih kekuning-kuningan dan ‘suami’ ungu yang berwarna ungu kecoklat-coklatan.

“Suami putih terbuat dari ubi biasa sementara suami ungu dibuat dari ubi rendam,” terang Minaria.

Cara pembuatannya pun sederhana. Ubi dikupas lalu diparut. Parutan ubi lantas diperas untuk mengeringkan airnya. Setelah itu ubi dikukus dan dibentuk tumpeng kecil.

Agak berbeda dengan suami ungu. Pasalnya bahan baku ubi harus terlebih dahulu direndam dan dijemur kering sebelum diparut dan dikukus.

Informasi yang diperoleh dari sejumlah warga, ‘suami’ merupakan makanan khas Suku Buton. Mengapa dibuat di Pemana dikarenakan orang Pemana masih memiliki pertalian darah dengan orang Buton dan Wakatobi.

Nama lengkapnya adalah ‘Kasuami’. Suami atau kasuami disebut demikian karena makanan ini tidak enak bila dimakan sendiri tanpa tandem. Layaknya suami harus memiliki istri.

Oleh karenanya, warga Buton di Pemana biasanya menyantap ‘suami’ dengan tambahan lauk ikan atau pun ditambahkan dengan kacang-kacangan dan kelapa.

Suami juga biasanya digunakan oleh para pelaut sebagai bekal saat berlayar.

“Suami putih bertahan tiga sampai empat hari kalau suami ungu bisa sampai dua minggu,” terang Minaria.

Perlu diketahui, Pesta Laut Pemana merupkan upacara syukuran masyarakat nelayan Pemana atas hasil selama setahun sembari meminta berkat untuk tahun yang akan datang.

Perayaan ini diisi dengan berbagai acara seperti lomba membuat miniatur kapal, lomba kuliner, dan lomba dayung.

Acara ini diselenggarakan Pemerintah Desa Pemana untuk memperkenalkan Pulau Kambing sebagai destinasi wisata di Teluk Maumere.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Boni J

Alok Pemana Sikka suami
Previous ArticleDiduga Keracunan Makanan, 50 Warga TTU Dirawat Intensif
Next Article Yosef Danur, Tokoh Masyarakat Adat Colol Terpilih Jadi Duta Konservasi NTT

Related Posts

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026

Festival FEAST di Labuan Bajo Tampilkan Olahan Songkol dan Tapa Kolo

5 Mei 2026
Terkini

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Jangan Suapi Kami Jawaban: Gugatan Pemuda atas Pendidikan Tanpa Dialog

24 Juni 2026

Spiritualitas Yohanes Pembaptis: Bertobat Tiap Kali Minum Air, Mandi, Masak, dan Buang Air

24 Juni 2026

Membongkar Mitos ‘Indonesia Barat Sibuk Demo, Indonesia Timur Sibuk Pesta Bola

23 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.