Petugas kesehatan di Puskesmas Lurasik sementara memberikan perawatan intensif bagi warga yang menderita keracunan makanan, Jumat, 18 Oktober 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
alterntif text

Kefamenanu, Vox NTT-Sebanyak 50-an lebih warga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terpaksa harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lurasik, Kecamatan Biboki Utara sejak Kamis (17/10/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun VoxNtt.com, 50-an warga tersebut diketahui berasal dari Kecamatan Biboki Utara tepatnya desa Biloe, Sapaen, Taunbaen Timur dan Haueteas Barat.

Mereka diduga kuat menderita sakit akibat keracunan usai mengkonsumsi daging sapi, Rabu (16/10/2019).

Pantauan VoxNtt.com di Puskesmas Lurasik hingga Jumat (18/10/2019) pagi, petugas kesehatan masih terus melakukan perawatan intensif.

Sebagian lainnya masih dirawat di UGD. Sedangkan sebagian lainnya lagi sudah dirawat di ruang perawatan.

Para penderita selain orang dewasa juga terdapat anak-anak.

Herman Berek salah satu warga Desa Taunbaen Timur saat diwawancarai wartawan di Puskesmas Lurasik menuturkan, kejadian bermula ketika warga mengkonsumsi makanan, salah satunya daging sapi di acara pesta sambut baru pada Rabu siang.

Usai mengkonsumsi makanan tersebut, saat malam harinya ia mulai mengalami mulas dan kepala pusing.

Namun beruntung karena dirinya cepat mengkonsumsi larutan gula garam, sehingga tidak terlalu mengalami rasa sakit.

Sedangkan dua anaknya saat ini harus menjalani perawatan intensif usai mengkonsumsi makanan pada acara tersebut.

“Bahkan sampai Kamis pagi perut rasa masih mulas-mulas hanya karena saya minum larutan gula garam terus makanya tidak apa-apa, tadi juga saya masih minta obat karena rasa masih agak mulas,” tuturnya.

Herman menduga kuat keracunan yang dialaminya bersama warga lain akibat mengkonsumsi daging sapi.

Dugaan itu semakin kuat lantaran yang menderita sakit, bukan hanya yang mengkonsumsi makanan di tempat pesta.

Warga lainnya yang tidak menghadiri acara tersebut dan mengkonsumsi daging sapi yang dibagikan salah satu warga Desa Biloe pun ikut menderita sakit.

Bahkan pemilik sapi saat ini juga sementara dirawat intensif usai mengkonsumsi daging tersebut.

“Setelah makan di pesta itu kami semua mengeluh sakit jadi kami analisa ini karena daging sapi yang kami makan, dan ternyata yang raka (bagi) daging sapi itu pemiliknya mereka satu rumah juga sakit dan sementara dirawat semua, dan kami baru tahu ternyata daging sapi yang kami makan itu sapi mati baru dong raka,” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

alterntif text