Suasana aksi demonstrasi dari anggota GMNI Cabang Kefamenanu berkaitan dengan belum dibayarnya upah 525 guru teko di depan Kantor Bupati TTU, Selasa, 03 Desember 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
alterntif text

Kefamenanu, Vox NTT-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kefamenanu mendesak Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk segera membayarkan gaji 525 guru tenaga kontrak (teko).

Pasalnya, meski sudah mengabdi selama 11 bulan, hingga saat ini gaji untuk para tenaga pendidik tersebut belum juga dibayarkan.

Desakan tersebut disampaikan oleh anggota organisasi kemahasiswaan tersebut saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati TTU, Selasa (03/12/2019).

Pantauan VoxNtt.com, sebelum mendatangi Kantor Bupati, para demonstran melakukan aksi long march dari Sekretariat GMNI Cabang Kefamenanu yang terletak di KM 5, Kelurahan Maubeli.

Para demonstran datang membawa poster bertuliskan “Ke mana Gaji Para Teko”,TTU: Teko Tidak di Upah” serta sejumlah bendera.

Suanana sempat memanas lantaran tuntutan para demonstran untuk menemui Bupati Raymundus Sau Fernandes atau pun para pejabat lingkup Pemkab TTU tidak dipenuhi.

Hingga beberapa saat menunggu, para demonstran hanya ditemui oleh Kasat Pol PP Agusto Solokana.

Beberapa kali Kasat Pol PP Agusto berusaha mengajak para demonstran untuk berdialog, namun ditolak lantaran dinilai bukan tupoksinya.

Upaya dialog yang dilakukan oleh Plt. Kepala Badan Dinas Kesbangpol Kabupaten TTU Simon Soge pun ditolak oleh para demonstran.

Setelah tidak berhasil menemui para pejabat, para demonstran melanjutkan long march ke gedung DPRD.

DPC GMNI Kefamenanu dalam pernyataan sikapnya menegaskan, berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2003 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang melakukan setiap pekerjaan untuk menghasilkan barang atau jasa, baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

Setiap pekerja berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak.

Berkaitan dengan Kabupaten TTU, jumlah tenaga kontrak guru yang telah disepakati dalam sidang Banggar untuk tahun 2019 sebanyak 525 orang.

Namun hingga saat ini upah para teko tersebut tak kunjung dibayarkan oleh Pemkab TTU.

Oleh karena itu, GMNI mendesak Pemkab TTU agar segera membayarkan upah 525 guru teko tersebut dalam waktu 2x 24 jam.

Selain itu juga mendesak Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes agar segera mencopot Kepala Dinas PKO dari jabatannya, sebab dinilai tidak efektif dalam menjalankan tugasnya.

GMNI juga menilai pihak legislatif gagal menjalankan fungsi kontrol dengan baik.

Suasana demonstrasi berjalan lancar dan aman di bawah pengawalan ketat dari anggota Kepolisian Resort TTU.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba