Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Polres Manggarai Dinilai Lamban Usut Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur
HUKUM DAN KEAMANAN

Polres Manggarai Dinilai Lamban Usut Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur

By Redaksi3 Desember 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Keluarga TJ, korban pelecehan seksual di Desa Pong Lale, Kecamatan Ruteng saat mendatangi Polres Manggarai, Selasa (03/12/2019)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Keluarga TJ menyambangi Polres Manggarai untuk mendesak pengusutan kasus pencabulan di Desa Pong Lale, Kecamatan Ruteng, Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (03/12/2019).

TJ merupakan siswi SD kelas tiga dari Desa Pong Lale, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai dan merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh PK.

Ayah TJ mengaku anaknya beberapa kali dicabuli oleh PK, terduga pelaku yang merupakan warga sekampungnya.

Salah satu keluarga korban Hendrik Darma (50) mengungkapkan bahwa hingga kini terduga pelaku masih berkeliaran di kampungnya.

Pihaknya mengaku kecewa dengan pihak Polres Manggarai karena dinilai lamban dan tidak responsif terhadap kasus ini.

Pasalnya, kasus pencabulan ini sudah dilaporkan sejak 7 November 2019. Namun keluarga korban tidak mengetahui perkembangan kasusnya.

“Kami datang ini untuk meminta Polres Manggarai agar segera mengusut tuntas kasus ini, kami sangat kecewa laporan kami sudah lama tapi pelakunya masih berkeliaran di kampung,” ungkapnya saat ditemui VoxNtt.com di Polres Manggarai, Selasa (03/12/2019).

Ia mengungkapkan, anak-anak di kampung pelaku sangat trauma dengan kejadian tersebut.

Bahkan anak Sekolah Dasar selalu diminta untuk diantar ke sekolahnya, beda dengan sebelumnya.

Selain itu, pihaknya juga memikirkan keamanan para saksi yang telah memberikan kesaksian terkait kasus tersebut.

“Yang kami takut juga pak, jangan sampai ada aksi nekat dari pelaku terhadap beberapa orang saksi, apalagi mereka masih anak-anak. Sehingga secepatnya harus segera ditangani,” ujarnya.

Kronologis

Menurut ayah korban, kejadian itu bermula ketika TJ dan empat orang temannya pulang sekolah melewati Kapela.

Saat itu terduga pelaku memanggil salah satu anak laki-laki. Dia menyuruhnya untuk memanggil TJ masuk ke dalam Kapela.

“Dia lalu bilang, kamu panggil TJ ada bapanya di dalam Gereja,” ungkap ayah korban kepada VoxNtt.com, Senin (18/11/2019).

Anak itu kemudian memanggil korban. Namun korban enggan menjawab. Pelaku kemudian menyuruh lagi anak laki-laki itu.

“Kamu dipanggil bapamu untuk dapat uang,” katanya.

Lalu TJ pergi ke dalam Kapela itu bertemu terduga pelaku. Di dalam Kapela, terduga pelaku mengajak korban masuk ke dalam ruangan ganti Pastor. Dalam Kapela, dia mencabuli TJ.

Kejadian Kedua

Setelah TJ pulang sekolah, terduga pelaku memanggilnya masuk ke dalam kios miliknya.

Dia kembali membujuk TJ masuk ke dalam kios. Terduga pelaku mengaku kalau ayah TJ berada di dalam kios dan ingin memberikannya uang.

Sampai di dalam kemudian terduga pelaku melakukan hal yang sama.

Setelah Kejadian

Ayah korban mengaku saat itu, sikap anaknya mulai berubah.

Ia selalu berontak dengan orangtuanya, tidak seperti biasanya. Disuruh makan pun, korban tidak mau sama sekali.

Bahkan saat misa di Gereja, TJ sudah tidak mau lagi menerima berkat oleh Pastor. Padahal sebelmnya anak ini sangat aktif terima berkat saat misa.

Demikian juga kalau belajar kalau disuruh pasti tidak mau. Namun saat itu sikapnya berubah drastis.

Atas situasi itu orangtuanya mulai menaruh curiga. Saat ditanya, ia pun lalu mengaku pernah dilecehkan oleh PK.

Untuk mencari tahu kebenaran pengakukan TJ, orangtua korban menanyakan kepada tiga orang teman anaknya itu.

Tiga orang anak itu membenarkan kejadian itu dan mereka bercerita tidak jauh dari pengakuan korban.

Setelah mendapat cerita tersebut. Orang tua korban membawa TJ ke Rumah sakit St. Rafael Cancar. Dari sana langsung dirujuk ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng untuk melakukan visum.

Hasil visum ada lecet dibagian alat vital korban. Setelah mendapatkan hasil visum itu, orangtua korban melaporkan terduga pelaku ke Polres Manggarai.

Korban sendiri sudah diambil keterangan. Demikian juga tiga orang saksi teman korban sudah diambil keterangan di Polres Manggarai.

Namun, hingga kini Polres Manggarai belum memberikan keterangan terkait kedatangan keluarga korban.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

Manggarai Polres Manggarai
Previous ArticleKala Kadis PUPR Matim Tak Gentar
Next Article GMNI Desak Pemkab TTU Bayarkan Gaji 525 Guru Teko

Related Posts

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.