Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Gelar Demonstrasi, Mahasiswa Soroti Pembangunan dalam Kota Ende
MAHASISWA

Gelar Demonstrasi, Mahasiswa Soroti Pembangunan dalam Kota Ende

By Redaksi8 Desember 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aktivis mahasiswa dari PMKRI sedang menggelar aski demonstrasi terkait sejumlah pembangunan dalam Kota Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Aktivis mahasiswa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur menggelar aksi demonstrasi, Sabtu (07/12/2019). Aksi mahasiswa berkaitan sejumlah pembangunan yang terjadi dalam Kota Ende.

Mahasiswa mempersoalkan progres pembangunan kolam air mancur dan penataan Taman Monumen Pancasila (TMP). Terutama akselerasi proyek yang dinilai mengabaikan aktivitas transportasi kota.

“Kami meminta Kementerian PUPR dan Balai Jalan NTT memberi klarifikasi secara tertulis dan terbuka kepada publik soal penutupan sebagian jalan dalam kota,” ucap sejumlah aktivis PMKRI dalam aksi tersebut.

Selain itu, mereka juga meminta pemerintah untuk membuka akses jalur alternatif terutama pada objek vital kawasan Bandara H. Hasan Aroeboesman.

Mahasiswa menilai, konsep perencanaan dalam proyek penataan kota tersebut justru menghambat perputaran ekonomi rakyat khususnya di jalur Bandara. Untuk itu, mereka meminta dinas teknis mempertanggungjawabkan ke publik.

Selain PMKRI, aktivis mahasiswa dari GMNI Ende juga menggelar aksi serupa sehari sebelumnya dengan tuntutan yang sama soal progres pembangunan dalam kota.

Mereka mengajukan protes kepada pemerintah terkait proses pengawasan sejumlah proyek dalam kota termasuk Pasar Mbongawani Ende.

Bahkan beberapa proyek yang belum kelar hingga akhir tahun ini dinilai ada dua kemungkinan yakni kekurangan karyawan dan kelalaian.

Dengan itu mereka menyarankan kepada pemerintah maupun pihak rekanan untuk menambahkan karyawan serta pembagian waktu kerja siang dan malam dalam pelaksaan proyek.

Di sisi lain, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk melakukan pengawasan yang masif terutama kualitas pekerjaan.

Sementara terhadap rekanan yang lalai, mereka mendesak pemerintah memberi peringatan bahkan dapat memutus kontra kerja atau blacklist.

Baik GMNI maupun PMKRI, mereka berkomitmen akan terus mengawal, memantau bahkan melakukan aksi jika proses pelaksanaan dan pengawasan tidak dijalankan maksimal.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende GMNI Ende PMKRI Ende
Previous ArticleMangrove Digusur, PMKRI Kecam Pemkab Matim
Next Article Undana dan BNN NTT Gelar Sosialisasi Masalah Perdagangan Narkotika

Related Posts

BEM FISIP Undana Gelar Pengabdian di Desa Tanah Merah, Angkat Pendidikan Politik hingga Kewirausahaan

1 Maret 2026

Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Administrasi di Undana

27 Februari 2026

GMNI Jakarta Ajukan Nota Keberatan ke Presiden soal Perjanjian Dagang Indonesia–AS

24 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.