Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Ulang Tahun ke-61 dan Momen Natal, NTT Terima Satu Jenazah TKI
Human Trafficking NTT

Ulang Tahun ke-61 dan Momen Natal, NTT Terima Satu Jenazah TKI

By Redaksi24 Desember 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aktivis kemanusiaan saat menjemput jenazah TKI asal Belu di Kargo Bandara El Tari, Senin (23/12) siang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 sekaligus momen Hari Raya Natal, Provinsi NTT kembali menerima jenazah TKI yang meninggal di Malaysia pada Senin (23/12/2019) siang.

Kepala BP3TKI Kupang Siwa ketika dikonfirmasi VoxNtt.com membenarkan adanya pengiriman jenazah TKI dari negeri Jiran.

“Memang ada asal Kabupaten Belu, kami juga baru dapat info (informasi) dari Garuda tadi pagi, kemudian kami langsung atur pemulangan ke Kabupaten Belu, info (informasi) tersebut kami peroleh saat jenazah sedang dalam penerbangan,” kata Siwa melalui pesan WhatsApp-nya.

Ia mengaku dokumen TKI yang meninggal di Malaysia itu masih di staf yang mengurus kepulanganya dari Kargo Bandara El Tari Kupang.

Namun, Siwa menyebut nama TKI yang meninggal yakni Yanuarius Bruno Kehi asal Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.

“Kami tidak tahu kapan dia pergi dan di mana dia bekerja, tadi pagi baru diberitahu oleh orang Garuda tentang adanya jenazah itu dari Malaysia, yang pasti yang lebih tahu adalah keluarganya,” katanya.

Kendati demikian, berdasarkan dokumen dari KBRIKL bahwa yang bersangkutan meninggal karena kecelakaan lalu lintas, dengan bagian tubuh ada bekas jahitan.

Jenazah Yanuarius menambah deretan nama TKI asal NTT yang meninggal di luar negeri.

Berdasarkan data BP3TKI, hingga 23 Desember 2019, NTT sudah menerima jenazah TKI sebanyak 119 orang.

“Data yang ada pada kami bahwa pekerja migran asal NTT yang meninggal dunia selama tahun 2019 (Januari – 23 Desember 2019) adalah 119 orang,” ungkap Siwa.

Namun, data itu belum sepenuhnya. Padma Indonesia juga menyebut selain data oleh BP3TKI ada tiga jenazah lain yang dipulangkan. Ketiganya dipulangkan oleh Padma Indonesia.

“Berarti tambah 3 yang diurus Padma Indonesia, jadi 122 jenazah,” kata Direktur Padma Indonesia, Gabriel Goa.

Gubernur Laiskodat Diminta Serius

Gabriel Goa sendiri menuntut keseriusan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam mengurus kasus human trafficking di provinsi itu yang ia nilai sudah darurat.

“Tidak hanya Gubernur dan DPRD NTT, tetapi juga dikejar pertama Presiden Jokowi dan Menaker, Menlu, Menhub, Menteri Kelautan dan Perikanan yang belum merealisasikan Aturan Turunan UU Pelindungan Pekerja Migran Nomor 18 Tahun 2017, serta implementasinya ke provinsi dan kabupaten/kota,” ujar Gabriel, Minggu malam.

Ia juga meminta DPR dan DPD RI khususnya asal Dapil NTT agar jangan tidur, tetapi mengawasi serius persiapan ‘SDM Unggul Indonesia’ oleh Pemerintahan Jokowi. Itu terutama dalam penerapannya di Provinsi NTT.

Selanjutnya, Gabriel mendesak Bupati dan Wali Kota, serta DPRD agar serius membangun Balai Latihan Kerja (BLK) profesional dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk calon pekerja migran Indonesia.

Hal itu agar, para pekerja yang ke luar negeri tidak terus menerus menjadi TKI ilegal. Sebab, kondisi demikian rentan menjadi korban human trafficking. Organ tubuh mereka dijual oleh mafiosi human trafficking internasional.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Human Trafficking Kabupaten Kupang Padma PADMA Indonesia
Previous ArticleWisata Kesehatan Labuan Bajo Berpotensi Besar
Next Article Di Labuan Bajo, Puluhan Ribu Botol Plastik Dirancang Jadi Pohon Natal Tertinggi

Related Posts

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

FP NTT Sebut Kunjungan ke Sumba Sosialisasi PMI, Kapolres Sumba Barat Membantah

2 Maret 2026

PADMA Desak Usut Dugaan Keterlibatan Oknum Polda NTT dalam Jaringan TPPO

28 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.