Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Warga Pulau Messa Kecewa dengan Pelayanan Puskesmas Labuan Bajo
KESEHATAN

Warga Pulau Messa Kecewa dengan Pelayanan Puskesmas Labuan Bajo

By Redaksi13 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ziliwu salah satu warga dari Pulau Mesa, Desa Pasir Putih saat ditemui VoxNtt.com, Senin (13/01/2019) (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Ziliwu salah satu warga dari Pulau Messa, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) kecewa dengan pelayanan Puskesmas Labuan Bajo.

Ziliwu kecewa lantaran istrinya yang ingin melahirkan tidak mendapat pelayanan memuaskan dari petugas medis Puskesmas Labuan Bajo.

“Waktu itu, Jumat (10/01/2020) pukul 15.00 Wita kami tiba di Puskesmas (Labuan Bajo). Pada saat itu ketuban istri saya sudah pecah. Dan bidan pada saat itu bilang tunggu saja bapak, belum apa-apa ini,” ungkapnya saat ditemui VoxNtt.com di Labuan Bajo, Senin (13/01/2020).

Ziliwu menjelaskan, pada saat itu istrinya menjerit kesakitan. Namun bidan tetap mengatakan istrinya tidak apa-apa.

“Saat istri saya menjerit kesakitan, mereka bilang tidak apa-apa. Mereka cek-cek begitu saja,” jelasnya.

Yang membuat Ziliwu kesal, pukul 23.30 Wita, bidan menyarankan istrinya untuk rujuk ke Rumah Sakit Siloam karena mereka sudah tidak bisa tangani.

“Bidan bilang, takut bahaya kita harus rujuk ke Rumah Sakit Siloam sekarang. Saya jawab terserah ibu bidan saja,” terangnya.

Sesampainya di Rumah Sakit Siloam, Ziliwu yang hendak mengeluarkan barang dari mobil ambulance, tiba-tiba dibentak oleh salah satu dokter.

“Dokter itu bilang, stop, kasih kembali lagi ke dalam mobil barang-barang, soalnya kami tidak terima pasien di sini masalahnya sudah full. Kemudian kami menghubungi pihak puskesmas tadi, mereka tidak ada respon,” ungkap Ziliwu meniru gaya dokter tersebut.

Pada saat itu, Ziliwu mengaku bingung. Tiba-tiba ada bidan langsung menyarankan lagi untuk rujuk ke Rumah Sakit Marombok.

“Kami tiba di Rumah Sakit Marombok pukul 00.20 Wita. Istri saya menjerit kesakitan dalam perjalanan. Dan syukurnya pukul 01.45 Wita istri saya melahirkan,” imbuhnya.

Ziliwu mengaku kecewa dengan pelayanan Puskesmas Labuan Bajo pada saat itu yang tidak konsisten.

Baca Juga: Ketika Warga Pulau Mesa Krisis Air Bersih Selama Bertahun-tahun

“Pada saat rujuk ke Siloam saya tanya apakah sudah fiks kita rujuk ke Siloam? Mereka menjawab sudah fiks kita ke sana. Tapi apa? Pada saat itu tidak bisa diterima dan kami harus rujuk ke Rumah Sakit Marombok,” tutupnya.

Hingga berita ini dirilis, VoxNtt.com masih berusaha menghubungi Kepala Puskesmas Labuan Bajo untuk mengonfirmasi masalah ini.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat Puskesmas Labuan Bajo
Previous ArticleBawaslu Manggarai Luncurkan ‘Kampung Pengawasan’ Pilkada
Next Article Anggota Panwascam Raimanuk Belu Undur Diri

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.