Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Ini Hasil Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Manggarai Barat
VOX GURU

Ini Hasil Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Manggarai Barat

By Redaksi15 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Konferensi Kerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Komodo Labuan Bajo, Sabtu (11/01/2020)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Konferensi Kerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) kembali digelar di Labuan Bajo, Sabtu (11/01/2020).

Konferensi yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Komodo ini mengambil tema “Mewujudkan PGRI sebagai Organisasi Profesi dan Perannya dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21”.

Adapun hal-hal yang dibicarakan dalam konferensi tersebut antara lain evaluasi pelaksanaan program tahun 2019 dan laporan keuangan, pembahasan program kerja 2020, dan pembahasan dan Penyusunan RABO (Rencana Anggaran Biaya Organisasi) tahun 2020.

Konferensi PGRI Mabar yang berlangsung sehari itu menghasilkan beberapa poin rekomendasi.

Setidaknya tercatat ada 14 poin yaitu: hidupkan kembali gerakan literasi baik guru maupun siswa, melakukan pendekatan kepada guru SMA/SMK dalam hal ini tentang iuran PGRI, membentuk POKJA perempuan PGRI Manggarai Barat, dan rekrutment tenaga kontrak daerah harus berbasis hasil seleksi.

Selain itu, perlu ada kuota pengangkatan CPNS bagi guru TK/PAUD dan guru produktif untuk SMK, jurnal ilmiah guru harus didistribusikan dengan baik, perlindungan hukum terhadap guru harus diperhatikan, perhatikan tunjangan guru daerah terpencil TPP dan TPG dan aktifkan website PGRI.

Hasil konferensi juga menekankan agar, pengurus PGRI kabupaten harus terlibat secara efektif dalam kegiatan rapat dan ada kerja sama dengan pihak ketiga (Unika Santu Paulus Ruteng), serta validasi keanggotaan dan konsolidasi pengurus Cabang Kuwus Barat.

Ketua PGRI Manggarai Barat Albertus Kabung berharap PGRI punya mimpi agar guru-guru di kabupaten itu menjadi guru yang berliterasi.

“Saya berpesan untuk bekerja sama menghidupkan organisasi PGRI Kabupaten Manggarai Barat,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleKonferensi Kerja PGRI Manggarai Barat Kembali Digelar
Next Article Gelar Workshop Pertanian, Universitas Dwijendra Hadirkan Pemateri dari Jepang

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.