Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Donald Trump Disebut Berwenang di Balik Tewasnya Jenderal Top Iran
INTERNASIONAL

Donald Trump Disebut Berwenang di Balik Tewasnya Jenderal Top Iran

By Redaksi16 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Deadline)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT- Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut-sebut aktor yang berwenang di balik tewasnya Jenderal Top Iran Qassem Soleimani.

Qassem Soleimani tewas bersama dengan wakil pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, Jumat 3 Januari 2020 lalu.

Komdan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran itu tewas dalam serangan drone udara militer Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, Irak. Mobil konvoi yang ditumpanginya hangus setelah dihantam rudal.

Jaksa Agung Amerika Serika William Barr menegaskan, Donald Trump berwenang di balik tewasnya Qassem Soleimani.

Menurut William, Gedung Putih telah berkonsultasi dengan departemennya sebelum menyerang perwira militer senior Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran itu.

Dikatakannya, Qassem Soleimani merupakan “target militer yang sah” dan serangan itu merupakan “aksi pembelaan diri yang sah.”

Mayor Jenderal Qassem Soleimani (Foto: Amarahnews)

“Departemen Kehakiman melakukan konsultasi dan jujur saya tidak merasa itu keadaan berbahaya,” kata Barr, seperti dilansir Antara dalam Liputan6.com, Selasa (14/1/2020).

“Saya rasa presiden jelas memiliki wewenang untuk bertindak seperti yang ia sudah lakukan atas sejumlah dasar. Kita menghadapi situasi bahwa Iran telah memulai serentetan aksi kekerasan yang meningkat terhadap sekutu-sekutu kita, terhadap orang-orang Amerika, pasukan kita, dengan tujuan yang sudah terus terang diakui untuk mengusir kita dari Timur Tengah,” sambung Wiliam.

Sumber: Liputan6.com
Editor: Ardy Abba

Donald Trump internasional
Previous ArticleGelar Workshop Pertanian, Universitas Dwijendra Hadirkan Pemateri dari Jepang
Next Article KPU Malaka Buka Seleksi Calon PPK

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.