Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sampah Tumpuk Akibat Banjir, Aparat Keamanan di Ende Gelar Bersih-bersih
Regional NTT

Sampah Tumpuk Akibat Banjir, Aparat Keamanan di Ende Gelar Bersih-bersih

By Redaksi1 Februari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah aparat dari Brimob Ende sedang membersihkan sampah di sepanjang jalan Gatot Subroto Ende usai banjir (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Aparat keamanan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur menggelar bakti sosial pembersihan sampah di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mautapaga, Sabtu (01/02/2020) pagi.

Pembersihan sampah dilakukan usai banjir pada hari sebelumnya. Tumpukan material sampah menyumbat saluran hingga meluber ke jalan negara.

VoxNtt.com memantau, pembersihan sampah dilakukan oleh aparat dari Satuan Brimob dan sejumlah aparat Kodim 1602 Ende.

Mereka mengangkat material sampah dari saluran secara manual dan bergotong royong. Sementara kendaraan dari BLH disiapkan untuk kemudian mengangkut sampah ke TPA.

Danki Brimob Ende, Iptu Antonio Cortereal mengatakan pembersihan sampah dilakukan atas dasar inisiatif aparat terhadap lingkungan.

Pembersihan tersebut dilakukan untuk mengurangi tumpukan sampah berlebihan hingga mengganggu akses transportasi darat dan merusak pemandangan kota.

Aparat TNI Kodim 1602 Ende sedang mengangkat sampah secara gotong royong dari saluran di Jalan Gatot Subroto (Foto: Ian Bala/VoxNTT)

Danki Antonio menuturkan banyak material sampah menyumbat saluran di sepanjang jalan Gatot Subroto. Akibatnya, air meluap hingga menghalangi akses transportasi.

“Jadi, ini inisiatif kita sebenarnya. Kita melihat ada material sampah di saluran dan jalan, kita prihatin ya kita kerja bakti,” ucap dia.

Ia menegaskan, ke depan pihaknya mengagendakan setiap hari Sabtu untuk melakukan pembersihan dalam Kota Ende.

“Kita prioritaskan daerah mana yang dianggap kotor akan kami kerjakan dan itu sebagai moto Tiada Tanpa Latihan dan Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” tutur Danki Antonio.

Hal itu juga dijelaskan perwakilan TNI Pelda Bonefasius yang menyebutkan bahwa material sampah menumpuk di sepanjang saluran Jalan Gatot Subroto.

Sampah dari berbagai saluran kecil menuju ke saluran besar dan terjadi penumpukan hingga meluap ke badan jalan.

“Jadi ini inisiatif kita sendiri dan bekerja sama dengan Dinas PU untuk mengangkat material akibat dari banjir,” katanya.

Ia menyebutkan ketinggian material sampah di setiap titik saluran bervariasi. Bahkan ada beberapa titik lebih dari satu meter.

Puluhan Rumah Terendam Banjir

Sebagai informasi, banjir yang terjadi pada Jumat 31 Januari 2020 disebabkan hujan lebat di wilayah Kota Ende. Puluhan rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Ende Selatan dan Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mautapaga terendam banjir.

Dua bocah di Kelurahan Mautapaga sedang bermain saat banjir merendam rumah warga setempat (Foto: Ian Bala/VoxNTT)

Misalnya di RT 10 dan RW 19 Kelurahan Mautapaga, banjir merendam belasan rumah warga hingga berjam-jam. Menurut warga setempat, air meluap dari saluran kompleks Perumnas hingga merendam beberapa rumah dan Masjid.

“Ya, (banjir) ini menjadi rutin setiap tahun. Kita belum tahu bagaimana cara untuk merekayasa banjir,” tutur warga setempat.

Air meluber dari saluran hingga banjir di Jalan Gatot Subroto pada Jumat, 31 Januari 2020 sore (Foto: Ian Bala/VoxNTT)

Tak hanya itu, banjir juga tak kuasa hingga merendam sebagian rumah di pemukiman Bita Beach. Sampah-sampah juga bertebaran di sepanjang jalan hingga di bibir pantai.

Pemerintah hingga kini pun belum mampu mengendalikan dan menormalisasi masalah banjir dan sampah di Kabupaten Ende.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleProyek Mangkrak di Desa Biau Malaka Sudah Rampung, Berikut Total Anggarannya
Next Article Pemerintah Tutup Mata, SMPN 2 Kuwus Ambil Alih Perbaiki Jalan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.