Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Soal Sampah di Pasar Borong, Camat Geram
Regional NTT

Soal Sampah di Pasar Borong, Camat Geram

By Redaksi1 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pembersihan sampah di pasar Borong, Jumat, 31 Januari 2020. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Camat Borong, Kabupaten Mangggarai Timur (Matim) Maria A. Yarini Gagu, geram dengan kondisi sampah yang ada di pasar Borong dan sekitarnya.

Camat Yarini geram ketika ia bersama beberapa pegawai lingkup Camat Borong, aparat Kepolisian, Koramil, pegawai puskesmas, juga Dinas Lingkungan Hidup Daerah, melakukan kegiatan pembersihan sampah di sejumlah titik di pasar tersebut, Jumat (31/01/2020).

Saat kegiatan itu, ia menemukan tumpukan sampah yang berada di saluran drainese. Mirisnya lagi, sampah itu juga mengeluarkan aroma yang kurang sedap.

Menurutnya, kondisi itu disebabkan karena pembangunan drainase tidak direncakan dengan matang, juga tanpa koordinasi lintas sektor.

“Dan memang drainase tidak saling berhubungan. Semua drainase asal buat tidak ada perencanaan. Asal bangun asas manfaatnya tidak ada,” ujar wanita yang sering disapa Yani itu.

“Khususnya dari Golo Karot ke Polsek Borong. Sampai di situ aliran airnya tidak jelas, sehingga terjadi penumpukan depan Koramil, demikian juga menuju ke pasar rakyat Borong. Sehingga pasarnya kelihatan jorok,” tambahnya.

Salain itu jelas dia, mental masyarakat dan pedagang yang membuangkan sampah sembarangan menjadi pemicu terjadinya tumpukan dan genangan air di sejumlah saluran drainase.

“Mereka harus diberi edukasi. Tadi saya sudah kasitau untuk siapkan karung taruh sampah. Kalau tidak kita akan bongkar lapaknya,” tegas Camat Yani.

Dia juga menyayangkan pembangunan pagar pembatas di sebelah timur pasar Borong. Yang mana proyek yang menghabiskan ratusan juta itu tidak lagi dikerjakan.

“Itu kan sudah menutup saluran drainase dikerjakan oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang). Semestinya perencanaan itu harus komprehensif,” katanya.

Dia menambahkan, sangat lucu kalau Kota Borong terjadi banjir, karena lokasinya sangat dekat dengan sungai.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim Pasar Borong
Previous ArticleDesa Niranusa Mulai Kembangkan Wisata Mangrove
Next Article Tebang Kelapa Milik PT Benenai Permai, Jhon Kenanbudi Dilaporkan ke Polres Malaka

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.