Pemerintah Desa Niranusa mulai kembangkan wisata hutan mangrove di pantai utara Ende (Foto: dok. desa)
alterntif text

Ende, Vox NTT-Pemerintah Desa Niranusa, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, NTT mulai mengandalkan obyek wisata sebagai pendapatan desa.

Obyek wisata yang saat ini sedang dikembangkan ialah hutan mangrove di pantai Laut Flores, wilayah utara Kabupaten Ende.

Sekretaris Desa Niranusa, Muharif Dhiga menuturkan konsep membangun destinasi wisata mangrove mulai digagas pada tahun 2017.

Obyek wisata tersebut kini masih dikembangkan (Foto: dok. desa)

Konsep itu kemudian dibantu jasa teknik arsitek Universitas Flores yang baru direalisasikan secara bertahap pada tahun 2018 dan tahun 2019.

Sehingga pada tahun ini, obyek wisata hutan mangrove dapat dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Niranusa.

“Pengalokasian dana desa yang dengan jumlah yang terbatas sehingga kami harus buat konsep pembangunan secara bertahap sesuai kondisi keuangan dana desa,” kata Muharif, Jumat (31/01/2020) pagi.

Ia memberi alasan mengapa desa mulai berkonsentrasi mengelola obyek wisata tersebut. Menurutnya, ada spot menarik yang bisa dimanfaatkan wisatawan.

Kawasan tersebut menarik perhatian karena panorama laut yang indah (Foto: dok. desa)

Misalnya, panorama pantai, hutan mangrove, serta keadaan air laut yang jernih dan menjanjikan untuk dijadikan tempat pemandian.

“Lalu kita menambahkan dengan jembatan bambu ke laut. Wisatawan juga nanti disiapkan fasilitas khusus untuk bersenang-senang di sini,” katanya.

Muharif menerangkan bahwa pemerintah desa akan menyiapkan fasilitas pendukung seperti perahu bebek dayung, kamera drone hingga lampu lampion.

Kemudian, fasilitas lain yang akan disiapkan adalah usaha kuliner pangan lokal, alat mancing karena potensi ikan batu sangat menjanjikan di sana.

Pemdes nanti akan menyiapkan fasilitas khusus untuk wisatawan (Foto: dok. desa)

“Kami juga berencana akan membangun Bank Sampah untuk mengantisipasi dampak sampah dari aktivitas wisata ke depannya,” imbuhnya.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba