Ruteng, VoxNTT.com – Calon Kepala Desa (Cakades) Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Teodorus Weke mengunjungi kediaman Anak Rona Tenda Ruteng di Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Rabu malam, 27 Mei 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menggelar ritus adat “Teing Hang” sekaligus memohon doa dan restu sebelum maju dalam Pemilihan Kepala Desa Wae Mulu pada Oktober 2026 mendatang.
Teodorus datang bersama lima suku dari Kampung Welong yang mengantarnya menuju kediaman Anak Rona Tenda Ruteng. Kehadiran para tokoh adat itu disebut sebagai bentuk dukungan terhadap langkahnya maju sebagai calon kepala desa.
Jelang Daftar Pilkades, Tedorus Weke Pulang ke Nagekeo Minta Restu Leluhur
Dalam kesempatan itu, Teodorus mengatakan ritus Teing Hang yang digelar bersama para suku dan Anak Rona merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya Manggarai yang masih dijaga hingga kini.
Menurut dia, restu dari Anak Rona Tenda Ruteng menjadi dasar penting agar pencalonannya mendapat dukungan moral serta restu leluhur.
“Saya datang bersama para Suku dari Kampung Welong dengan niat baik untuk mengabdi. Mohon doa dan restu dari Anak Rona Tenda agar langkah ini diberi kelancaran dan bisa membawa manfaat bagi masyarakat Wae Mulu,” ujarnya.
Pihak keluarga Anak Rona Tenda menyambut baik kedatangan Teodorus dan rombongan. Mereka mengapresiasi sikap Teodorus yang terlebih dahulu meminta restu secara adat sebelum terjun ke kontestasi politik desa.
Dana Desa Menyusut, Cakades Wae Mulu: Kepala Desa Harus Pintar Lobi Anggaran
Langkah tersebut dinilai masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang masih kuat di Manggarai.
Sebelumnya, Teodorus juga mengunjungi Kabupaten Nagekeo untuk memohon restu leluhur dan keluarga besar dari garis keturunan ayahnya.
Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026 itu dipusatkan di Desa Ngera, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo. Teodorus bersama keluarga besar Welong, Desa Wae Mulu, disambut hangat oleh keluarga besar Ngera.
Ia menjelaskan Ngera merupakan kampung asal ayahnya, Markus Weke, yang sejak 1983 mengabdi sebagai tenaga pengajar di Kampung Welong, Desa Wae Mulu.
Teodorus sendiri lahir di Mbaumuku, Ruteng, dan besar di Kampung Welong. Meski demikian, ia menegaskan tetap berasal dari garis keturunan ayahnya, yakni Ngera, Nagekeo.
“Saya memang lahir dan besar di Manggarai, Mama orang Tenda Ruteng, tetapi saya tidak bisa pungkiri bahwa saya berasal dari garis keturunan Ayah, yakni orang Ngera, Nagekeo,” kata Tedorus waktu itu.
Teodorus mengatakan pencalonannya sebagai Cakades Wae Mulu dilandasi tekad untuk mengabdi kepada masyarakat. Karena itu, sebelum mendaftarkan diri, ia merasa perlu meminta doa restu dari keluarga besar Ngera dan para leluhur.
“Ini langkah yang harus saya tempuh sebelum melangkah lebih jauh. Tanpa restu dari tanah ini langkah saya akan terasa hampa,” katanya.
Penulis: Berto Davids

