Ruteng, VoxNTT.com – Seorang calon kepala desa (Cakades) di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Tedorus Weke, mengunjungi Kabupaten Nagekeo untuk memohon restu keluarga besar dan leluhur menjelang pendaftaran Pilkades yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Desa Ngera, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo. Tedorus bersama keluarga besar Welong, Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai disambut keluarga besar Ngera.
Tedorus akan maju sebagai calon Kepala Desa Wae Mulu pada Pemilihan Kepala Desa yang dijadwalkan berlangsung 8 Oktober 2026.
Saat diwawancarai VoxNtt.com pada Senin, 25 Mei 2026, Tedorus menjelaskan bahwa Desa Ngera merupakan kampung asal ayahnya, Markus Weke.
Menurut dia, ayahnya telah lama mengabdi sebagai tenaga pengajar di Kampung Welong, Desa Wae Mulu sejak 1983. Sementara dirinya lahir di Mbaumuku, Ruteng dan tumbuh besar di Kampung Welong.
Meski lahir dan besar di Manggarai, Tedorus mengaku tetap memiliki ikatan kuat dengan tanah asal keluarganya di Nagekeo.
“Saya memang lahir dan besar di Manggarai, Mama orang Tenda Ruteng, tetapi saya tidak bisa pungkiri bahwa saya berasal dari garis keturunan Ayah, yakni orang Ngera, Nagekeo,” kata Tedorus.
Ia mengatakan pencalonannya sebagai Kepala Desa Wae Mulu didorong keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat. Karena itu, sebelum mendaftarkan diri, ia merasa perlu meminta doa restu dari keluarga besar di Ngera dan para leluhur.
“Ini langkah yang harus saya tempuh sebelum melangkah lebih jauh. Tanpa restu dari tanah ini langkah saya akan terasa hampa,” katanya.
Selain meminta restu keluarga, Tedorus juga menyampaikan komitmennya membangun Desa Wae Mulu melalui pelayanan yang transparan, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan desa.
Ia berjanji akan bekerja maksimal selama masa jabatan enam tahun dan membuka informasi penggunaan dana desa kepada masyarakat secara terbuka.
“Saya akan bekerja keras selama 6 tahun penuh. Program saya tidak hanya berhenti sampai di baliho saja, dana desa akan digunakan secara transparan,” ungkapnya.
“Komitmen ini saya pegang di hadapan Tuhan dan masyarakat Wae Mulu,” tambahnya.
Penulis: Berto Davids

