Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Produksi Garam PT IDK Terkendala Cuaca
Ekbis

Produksi Garam PT IDK Terkendala Cuaca

By Redaksi4 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lokasi tambak garam PT IDK di Kecamatan Malaka Barat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- PT Inti Daya Kencana (IDK), perusahaan yang mengelola tambak garam di pantai selatan Kabupaten Malaka mengalami gagal produksi pada Oktober tahun 2019 lalu.

Padahal, perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Wewiku dan Malaka Barat itu ditargetkan bakal produksi perdana pada Oktober 2019, sebagaimana diinstruksikan oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Kepala Cabang PT IDK, Lia Seran mengaku gagalnya produksi garam disebabkan karena cuaca yang tidak mendukung di Kabupaten Malaka.

“Targetnya memang bulan Oktober 2019 kemarin kita mau panen. Hanya tidak jadi karena cuaca yang tidak stabil berpengaruh pada produksi garam,” kata Lia Seran saat ditemui VoxNtt.com di Kantor Cabang PT IDK di Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Selasa (04/02/2020).

Menurut Lia Seran, produksi garam oleh PT IDK sementara berjalan apa adanya. Ia mengklaim, sejauh ini PT IDK beroperasi sesuai rencana.

“Tahun kemarin itu kita fokus pada konstruksi dan ini tahun (2020) kita sudah mulai produksi garam,” katanya.

Ia menargetkan akan produksi perdana pada Juli 2020 mendatang.

“Kita menargetkan akan panen perdana di bulan Juli nanti. Target yang kita upayakan adalah sekitar 300 – 400 ton. Tapi semua itu tergantung cuaca,” sambung Lia Seran.

Sebelumnya, pengoperasian PT IDK diduga telah merusak lingkungan pesisir pantai Desa Rabasa. Itu terutama rusaknya hutan mangrove.

Baca: PT IDK Disebut Sebagai Pembawa Malapetaka bagi Malaka

Meski demikian, Lia Seran mengklaim semua polemik itu sudah bisa teratasi oleh PT IDK.

“Sejauh ini aman dan kita justru memperhatikan dan merawat hutan mangrove. Kita juga menanam pohon mangrove di lokasi,” katanya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka Tambak garam Malaka
Previous ArticleCegah Peredaran Ikan Asin Berformalin, DKPP Mabar Sidak Kapal dan Pasar di Labuan Bajo
Next Article Punya Legalitas Jelas, AWSTAR Sebut Grab adalah Bisnis Kapitalis dan Monopoli

Related Posts

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Kedatangan Dua Kapal Pesiar Internasional

19 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.