Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»DPRD NTT Kunjungi Kawasan Destinasi Wisata Baru di Ende
NTT NEWS

DPRD NTT Kunjungi Kawasan Destinasi Wisata Baru di Ende

By Redaksi13 Februari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Komisi II DPRD NTT saat mengunjungi Kawasan Moni di Ende, Selasa 11 Februari 2020 (Foto: Lucky)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Komisi 11 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT, mengunjungi kawasan Moni destinasi wisata baru di Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Selasa (11/02/2020).

Kunjungan Komisi II DPRD bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT itu untuk memantau secara langsung program perkembangan pembangunan destinasi baru di kabupaten tersebut.

Kawasan Moni mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia bahkan dunia, lebih khususnya masyarakat di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kawasan Moni menjadi teras utama depan dari danau yang telah terkenal di seluruh dunia dengan danau triwarna (tiga warna) Kelimutu.

Ketua Komisi II DPRD NT, Kasimirus Kolo, pada kesempatan itu mengatakan, Desa kawasan Moni khususnya Koanara patut bersyukur kepada pemerintah provinsi karena ditetapkan dalam program 7 destinasi baru di NTT.

Ia berharap kehadiran program tersebut membawa rangsangan untuk meningkatkan ekonomi masyakat di daerah itu.

“Oleh karena itu agar direncanakan dengan baik melalui Badan usaha milik desa (bumdes) sehingga menjadi penyangga utama kelimutu itu sendiri, ” tutur politisi NasDem itu.

“Kembangkan terus segala keunggulan lokal daerah ini karena keunggulan ini belum tentu dimiliki daerah lain. Desa desa di sini harus kolaborasi dan kerja sama untuk membangun daerah ini menjadi pusat perekonomian wisata yang baru,” sambung dia.

Ia menambahkan, berbagai kekurangan yang ada akan ditindaklanjuti bersama dengan dinas pariwisata antara lain masalah ketersedian air bersih pada kawasan moni.

“Segala kekurangan sudah kami rekam. Sekembali ini kami akan panggil dinas pariwisata untuk kita diskusikan lebih lanjut terkait 7 destinasi ini. Bangunan, alam boleh bagus dan menarik namun jika air tdk ada, oleh jelas tidak akan datang,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid)
Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT mengatakan, desa Koanara yang masuk dalam kawasan Moni untuk destinasi baru dan telah dibangun cottage di atas lahan pemerintah provinsi yang mana Pemprov memiliki lahan seluas 8 ha di kawasan tersebut.

” Ada 2 lahan, lahan pertama seluas 5 ha ini yang kita bangun saat ini yakni 4 cottage, 1 resto, 3 Lopo sedangkan lahan kedua seluas 3 ha yang sudah ada cottage nya dikelola oleh pemerintah kabupaten Ende,” papar Alfons.

Ia mengungkapkan program ini dilakukan langsung oleh masyarakat dan dikelola melalui bumdes dengan dana disiapkan oleh pemerintah provinsi.

“Sistem yang digunakan adalah bagi hasil. 90 % untuk desa dan 10% untuk PAD provinsi. Intinya masyarakat setempat mendapat manfaat dari program ini,” pungkasnya.

Untuk di ketahui, selain Kawasan Moni,  enam destinasi wisata baru lainnya yakni Pramaidita Sumba Timur, Lamalera Lembata, Liman Kabupaten Kupang, Fatumnasi TTS, Mulut Seribu Rote Ndao dan Kawasan Moru di Kabupaten Alor.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kota Kupang
Previous ArticleDPRD Ende Minta Pemerintah Finalisasi Masalah Guru Tidak Tetap
Next Article Partai Hanura NTT Gelar Musda

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.