Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Virus Dengue Terus Landa Kabupaten Sikka
HEADLINE

Virus Dengue Terus Landa Kabupaten Sikka

By Redaksi17 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Sikka, Vox NTT-Penyakit demam berdarah (DBD) terus melanda Kabupaten Sikka, Flores, NTT.

Informasi yang diperoleh VoxNtt.com hingga pertengahan Februari 2020, tercatat 567 orang yang terjangkit virus dengue. Sementara pasien meninggal dunia berjumlah 4 orang.

Menyikapi itu, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Idong mengambil sikap cepat dengan menetapakan Pernyataan KLB yang tertuang dalam surat Nomor: Dinkes P2P/112/1/2020.

http://fuq.zqc.mybluehost.me/2020/02/16/dokter-pastikan-anak-umur-5-tahun-di-matani-kupang-meninggal-karena-dbd/58213/

Di NTT, menurut data dari Dinas Kesehatan sejak Januari hingga saat ini, jumlah penderita DBD sedikitnya mencapai 1.335 kasus dan 14 orang diantaranya meninggal dunia.

Dari belasan korban meninggal dunia tersebut, sebagaimana dilansir dari Kompas.com, terbanyak dari Kabupaten Sikka yakni terdiri 4 orang. Disusul Kota Kupang sebanyak 3 orang dan Kabupaten Alor 2 orang.

Untuk Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Rote Ndao tercatat masing-masing satu orang meninggal dunia.

Sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau agar masyarakat tetap waspada.

“Harus tetap ada kewaspadaan karena demam berdarah sangat tergantung dengan musim kita melihat saat ini beberapa daerah hujan dan besoknya sangat panas,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu seperti dilansir dari medcom.id.

Ia menekankan agar terus dilakukannya pemberantasan sarang nyamuk. Terlebih, untuk masyarakat yang berada di daerah rentan.

Di Indonesia, demikian data Kemenkes RI, ada empat daerah dengan jumlah kasus DBD terbanyak yakni Kabupaten Sikka sebanyak 567 orang, Kabupaten Lampung Tengah 197 orang, Kabupaten Ciamis 106 orang dan Kabupaten Temanggung 48 orang.

Penyebaran DBD bisa terjadi di mana saja. Penyebabnya, karena pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya dan pengaruh dari kondisi penampungan air. (VoN).

DBD Sikka
Previous ArticleKaum Milenial Deklarasi Dukung Paket Hati
Next Article Implementasi Hari Valentine Tidak Hanya untuk Orang Terdekat

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.