Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Baru Dua Bulan Dikerjakan Pakai Dana Desa, Jembatan di Rafae-Belu Ambruk
VOX DESA

Baru Dua Bulan Dikerjakan Pakai Dana Desa, Jembatan di Rafae-Belu Ambruk

By Redaksi22 Februari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jembatan di Desa Rafae, kec.Raimanuk-Belu yang baru dua bulan selesai dikerjakan dengan Anggarsn Dana Desa T.A 2019 Sebesar Rp 125.080.000 sudah ambruk. (Foto: Marsel Manek/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Baru selesai dikerjakan dua bulan, jembatan yang terletak di Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu sudah ambruk.

Jembatan yang terletak di Dusun Obor itu baru selesai dikerjakan pada akhir Desember 2019 menggunakan Dana Desa Tahun Anggraran 2019 sebesar Rp 125 juta.

Meski baru dua bulan digunakan, jembatan tersebut langsung ambruk sekali diterpa banjir pada Jumat (21/02/2020).

Disaksikan VoxNtt.com, Sabtu siang (22/02/2020) terdapat dua patahan pada badan jembatan.

Kuat dugaan jembatan tersebut dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi sehingga meski banjir tidak terlalu deras, namun badan jembatan patah.

Secara kasat mata, konstruksi jembatan yang menghubungkan desa Rafae dengan Desa Leuntolu dan Desa Tasain tersebut tidak layak.

Betapa tidak, beton yang digunakan juga berukuran kecil serta campuran semen pada badan jembatan juga nampak kurang padat sehingga sekali diterjang air, jembatan tetsebut langsung patah.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Orang Oematnunu Membongkar Penyelewengan Dana Desa (Part 1)

Dari kondisi yang ditemui di lapangan, terdapat dua patahan pada jembatan tersebut, dan apabila terjadi banjir susulan, maka jembatan yang baru dipakai 60-an hari tersebut bisa runtuh.

Penjabat Kelapa Desa Rafae, Simon Petrus Un yang dihubungi VoxNtt.com via telpon selulernya mengaku, benar jembatasn tersebut patah.

Ditanyai mengenai data pengerjaan jembatan naas tersebut, Simon mengaku tidak tahu banyak karena dirinya baru dilantik menjadi Penjabat Kepala Desa Rafae pada Januari 2020 lalu.

Meski demikian, Simon mengaku bahwa jembatan tersebut dikerjakan menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2019 dengan besar anggaran 125 juta lebih.

“Iya jembatan itu dibangun tahun 2019. Tadi saya di sana, saya lihat dananya Rp 125.080.000,00. Saya tidak tahu persis tanggal selesainya karena tadi saya tidak lihat di papan. Yang tahu persis ibu sekretaris, karena tahun lalu dia yang menjabat sebagai Kepala Desa. Kemarin banjir pertama langsung kasih patah jembatan di tengah dan di pinggir,” aku Simon ketika dihubungi Sabtu petang, (22/02/2020).

Baca Juga: Ratusan Ekor Babi di Timor Mati, Diduga Akibat Diserang Virus ASF

Simon mengaku, Senin lusa (24/02/2020) akan segera melakukan koordinasi dengan Tim Pelaksana Kegiatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Belu untuk melihat kembali RAB bangunan jembatan tersebut.

“Besok saya akan panggil mereka supaya kami bertemu di kantor desa untuk melihat kembali RAB. Kira-kira seperti apa,”ujar Simo Un.

Ditanyai mengenai siapa yang mengerjakan jembatan tersebut, Simon mengaku tidak tahu persis karena saat itu dirinya belum menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa Rafae.

Terpisah, Sekretaris Desa Rafae Genoveva Mauk yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa saat jembatan tersebut dikerjakan, mengakui bahwa jembatan tersebut selesai dikerjakan pada akhir Desember 2019.

Genoveva mengakui jembatan tersebut dikerjakan oleh kontraktor yang bernama, Yanriana Banunaek di bawah tanggung jawab Tim  Pelaksana Kegiatan  Desa Rafae.

“Saya tadi mau ke sana untuk lihat tapi tidak sempat. Jadi, besok baru saya lihat. Jembatan itu dikerjakan baru-baru Desember 2019 pakai Dana Desa tahun 2019,” kata Sekretaris Desa Genoveva yang mengaku saat itu menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa Rafae.

Genoveva mengaku, pada tahun 2019, terdapat sebanyak dua jembatan yang dibangun di  Desa Rafae dengan menghabiskan anggran Rp 250.000.000,00.

Ia mengaku bahwa jembatan yang ambruk tersebut dikerjakan oleh kontraktor atas  nama Yanriana Banunaek.

“Itu Ibu Ri yang kerja. Ibu Yanriana Banunaek,” aku Genoveva sambil keburu mematikan sambungan telepon seluler ketika ditanyai mengenai nomor Hand Phone kontraktor dan ketua Tim TPK Desa Rafae 2019.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni J

Belu dana desa
Previous ArticleDiantar Pendukung, AYO Serahkan Berkas Dukungan di KPU TTU
Next Article Cerpen Sonny Kelen: Penantianku Hingga Menutup Mata

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.