Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»PAUD Alasdiin Malaka Diduga Manipulasi Jumlah Peserta Didik di Dapodik Online
Pendidikan NTT

PAUD Alasdiin Malaka Diduga Manipulasi Jumlah Peserta Didik di Dapodik Online

By Redaksi27 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bangunan Darurat PAUD Alasdiin Desa Weoe, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. (Foto: Istimewa).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Alasdiin di Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka diduga memanipulasi data jumlah peserta didik yang diupload ke Data Pokok Peserta Didik (Dapodik) Online.

Pasalnya, pada Dapodik Online yang bisa diakses siapa saja melalui https://manajemen.paud-dikmas.kemdikbud.go.id tersebut tertera, jumlah peserta didik pada PAUD tersebut sebanyak 36.

“Padahal, sejauh pengamatan kita, nyaris tidak pernah terlihat aktivitas di lokasi PAUD yang beralamat di Weoe, RT.3, RW.2, Alasdiin, Desa Weoe tersebut. Biasanya, kalau ada aktivitas, anak yang hadir tidak lebih dari lima,” ujar salah satu warga Alasdiin, yang minta namanya tidak dimediakan, Kamis (27/02/2020).

Baca Juga: Terkait Perjudian di Malaka, Polisi Komit Kejar Bos Besarnya

Menurut warga tersebut, data jumlah peserta didik pada Dapodik diduga kuat dimanipulasi untuk mendapatkan BOP PAUD yang nominalnya ditetapkan berdasarkan jumlah peserta didik.

“Informasinya, biar uang yang diterima banyak. Kan uangnya dikalikan jumlah anak. Ini yang mencoreng muka dunia pendidikan di Malaka. Jadi kami minta Pak Bupati untuk tertibkan lembaga yang model begini,” tandasnya kesal.

Masih menurut sumber yang sama, selama ini, lembaga yang bersangkutan telah merugikan negara karena penipuan jumlah data tersebut.

Karena itu, ia meminta aparat keamanan untuk menelusuri hal itu.

Karena itu menurut dia, Dinas PKPO Kabupaten Malaka melalui Bidang PAUD juga dapat mintai pertanggungjawabab karena diduga tidak teliti dalam menyalurkan uang negara kepada lembaga yang melaporkan data fiktif.

Baca Juga: Sebelum Tertular, Ketahui 5 Fakta Virus ASF yang Mematikan Babi di NTT

Sementara itu, Kabid PAUD Dinas PKPO Kabupaten Malaka, Marcelina Klau ketika dihubungi wartawan VoxNtt.com menyatakan, pihaknya akan rutin monitoring proses KBM di PAUD Alasdiin.

“Terima kasih laporannya. Menjadi tugas di bidang PAUD untuk rutin monitoring proses KBM dan proses DAPODIK semester genap tahun 2019/2020. Akan kami cross cek Dapodik dengan data real di Paud dan Paud Alasdiin menjadi catatan tersendiri untuk kami,” ujar Marcelina ketika dikonfirmasi VoxNtt.com melalui pesan Whatsap.

Penulis: Frido Umrisu Reabesi

Editor: Boni J

Alasdiin Malaka
Previous ArticleTerkait Perjudian di Malaka, Polisi Komit Kejar Bos Besarnya
Next Article Hanya 2 Bulan, Sebanyak 440 Ekor Babi di TTU Mati

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.