Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Risiko Kematian Virus Corona Sangat Rendah, Simak Penjelasannya di Sini
KESEHATAN

Risiko Kematian Virus Corona Sangat Rendah, Simak Penjelasannya di Sini

By Redaksi5 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
dr. Christian Widodo usai memberikan keterangan pers di kantor DPRD NTT, Rabu, 4 Maret 2020. (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Corona atau virus covid-19 kian meresahkan masyarakat seluruh dunia. Penularannya yang begitu cepat membuat virus asal Wuhan, Tiongkok itu semakin menakutkan.

Walau begitu, resiko atau tingkat kematian dari virus ini rendah. Hal itu diungkapkan dr. Christian Widodo.

“Jadi, virus Corona itu tingkat kematiannya hanya 2 persen,” ungkap dr. Christian kepada VoxNtt.com di ruang Komisi V DPRD NTT, Rabu (04/03/2020).

Ia mencontohkan, seratus orang yang kena virus corona 81 persennya itu sakit ringan terus sembuh. 14 persennya sakit sedang terus sembuh.

Baca Juga: Pemprov Tegaskan Belum Ada Corona di NTT, 4 RS Disiagakan

“Hanya 5 persen yang sakit berat dan dari 5 persen itu hanya 2 persen yang bisa menyebabkan kematian. Jadi, tingkat kematiannya itu rendah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penularan pertama virus itu lewat dropleet atau butiran kecil air ludah yang percikan ke udara.

“Contohnya, salah satu orang yang sakit, dia bersin begitu. Dropleet itu butiran-butiran kecil air ludah itu Keluar dari mulut dia keluar di udara bisa bawa virus itu. Lalu terhirup oleh orang lain dan bisa kena,” jelasnya.

Penularan kedua kata dia, dengan cara tidak langsung itu lewat benda. “Contoh, saya bersin, saya tutup tangan lalu setelah itu saya bersalaman dengan orang lain, nanti pindah ke tangannya orang itu. Nanti setelah itu orang itu pegang mulut, mata. Bisa lewat mata juga. Makanya harus sering mencuci tangan,” pungkasnya.

Baca Juga: Corona Kian Meresahkan Warga, Wagub NTT: Corona Ini Kan Flu Biasa

Cara pencegahan jelas dr. Christian, pertama dengan mencuci tangan secara rutin. “Lalu jaga daya tahan tubuh, minum vitamin terutama vitamin C, terus olahraga cukup, makan cukup, tidur teratur. Semua itu untuk menjaga daya tahan tubuh,” katanya.

Kemudian kata dia, jika berpergian ke tempat ramai misalnya ke Pasar, Mall, rumah sakit bisa menggunakan masker. “Tapi intinya jangan panik. Selalu berwaspada,” tutur Angota DPRD Provinsi NTT itu.

Sementara untuk penggunaan masker tambah dia, bukan semua orang sehat menggunakan masker.

“Yang menggunakan masker itu hanya untuk orang sakit. Yang batuk pilek dia pakai masker. Lalu petugas-petugas yang berhubungan lansung dengan orang yang kena virus Corona. Kita yang sehat tidak perlu,” imbuhnya.

Baca Juga: Soal Corona, Wagub NTT Suruh Masyarakat Minum Jus Kelor dan Berdoa

Penggunaan masker yang benar itu jelas dia, bagi yang sakit baik batuk maupun pilek dan petugas medis yang setiap hari berhubungan dengan pasien-pasien yang sakit.

Ia meminta agar masyarakat tidak perlu panik dan yang paling penting tetap berwaspada.

“Menjaga kesehatan diri, menjaga kesehatan tubuh. Jangan anggap enteng. tapi jangan panik,” katanya.

Baca Juga: Duel ASN Mabar, Status WA dan Kuasa Jempol Atas Manusia

Penulis: Tarsi Salmon

Editor:  Boni Jehadin

Christian Widodo covid-19 Kota Kupang Virus Corona
Previous ArticlePotret Gangguan Kepribadian Narsistik dalam Dinamika Politik Manggarai
Next Article Aksi Duel ASN di Mabar, Netizen: Coba Kalau Bupatinya Pak Viktor Laiskodat…

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.