Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Terpilih Jadi Finalis Duta GenRe Matim, Oktaviana dan Theodorus Bersyukur
Pendidikan NTT

Terpilih Jadi Finalis Duta GenRe Matim, Oktaviana dan Theodorus Bersyukur

By Redaksi5 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dua finalis duta GenRe Matim yang dipilih pada malam puncak, yakni Oktaviana Viska Viera (kiri) dari SMA Negeri 1 Poco Ranaka dan Theodorus Hardin (kanan) dari SMA Negeri 2 Poco Ranaka (Foto: L. Jehatu)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga  Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Manggarai Timur menggelar pemilihan 30 duta Generasi Berencana (GenRe) untuk mewakili kabupaten itu di tingkat Provinsi NTT.

Dari total tersebut kemudian memilih 6 duta terbaik selama kegiatan  ini. Pemilihan selanjutnya semakin ketat dengan menetapkan 2 duta GenRe di grand final .

Penetapan grand finalis berlangsung pada malam puncak di Kopdit AMT di Borong, Rabu (04/03/2020). Kedua duta tersebut terdiri dari satu putri dan satu putra.

Dua finalis duta GenRe Matim yang dipilih pada malam puncak tersebut yakni Oktaviana Viska Viera dari SMA Negeri 1 Poco Ranaka dan Theodorus Hardin dari SMA Negeri 2 Poco Ranaka.

Usai terpilih menjadi finalis putri duta GenRe Matim, Oktaviana mengaku bersyukur kepada Tuhan.

“Karena Tuhan memberikan izin kepada saya untuk menjadi duta GenRe Matim tahun 2020 ini,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih juga kepada orangtua, guru, pendamping, serta teman- temannya yang telah mendukung, sehingga menjadi finalis putri duta GenRe Matim tahun 2020.

“Sedangkan untuk ke tahap berikut saya akan mempersiapkan  diri dengan baik dan berusaha untuk menampilkan yang terbaik  di tingkat Provinsi nantinya,” ucap putri kelahiran Mano, Kelurahan Mando Sawu, Kecamatan Poco Ranaka pada 22 Maret 2005 itu.

“Tetap juga masih membutuhkan doa dari berbagai pihak serta guru yang tak pernah lelah,” sambung Oktaviana.

Senada dengan Oktaviana, Theodorus juga mengaku bersyukur karena telah terpilih menjadi finalis putra duta GenRe Matim tahun 2020.

Ucapan syukur tersebut, kata dia, terutama karena Tuhan telah memberikan izin kepadanya untuk menjadi putra duta GenRe Matim tahun 2020, meskipun perjuangannya sangat sulit, namun bisa berhasil.

Theodorus juga menyampaikan terima kasih kepada orangtua, guru pendamping, dan teman-temannya yang telah  dengan caranya masing-masing untuk membantu menjadi finalis.

“Semoga karya besar yang Tuhan percayakan kepada saya dapat menjadi langkah yang terbaik ke depannya menuju NTT dan harapannya bisa terus ke tingkat nasional,” kata putra kelahiran Ngkiong, Desa Ngkiong Dora, Kecamatam Poco Ranaka Timur pada 19 September 2002 itu.

Terpisah, Ketua Panitia Pemilihan dari P2KBP3A Matim Jefrin Haryanto menjelaskan, pemilihan duta GenRe dilaksanakan mulai dari tahapan seleksi pada tingkat sekolah masing-masing di-9 kecamatan yang tersebar di kabupaten ujung timur Manggarai itu.

Sedangkan pemilihan duta GenRe di tingkat kabupaten, kata Jefrin, dilaksanakan pada tanggal 03-04 Maret 2020.

Ia menargetkan, pemilihan tersebut dilakukan untuk mengembangkan program GenRe.

Foto bersama finalis duta GenRe Matim bersama DPRD dan beberapa pimpinan OPD (Foto: L. Jehatu)

GenRe sendiri merupakan program yang dikembangkan dalam rangka persiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui berbagai pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan.

Ia menjelaskan, pendewasaan yang dimaksudkan berupa pembelajaran agar generasi muda mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

“Tujuannya agar duta GenRe Manggarai Timur dapat menjadi role model di kalangan generasi remaja,” kata Jefrin kepada VoxNtt.com di sela-sela kegiatan pemilihan.

Sementara itu, notaris sekaligus juri dalam pemilihan duta GenRe Matim, Kristina Yulia  Kurniati mengaku kesulitan untuk menentukan finalis dari enam besar grand finalis menuju  finalis.

Itu karena keenamnya memiliki daya pikir kritis dan perfomans yang sama untuk bersaing menjadi pemenang.

“Tentunya yang menang merupakan yang terbaik mewakili Matim menuju NTT,” kata Kristina.

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba

Matim
Previous ArticleDana Insenstif Pendamping PKH di Matim Sudah Dicairkan
Next Article Pemerintah Umumkan 64 Kasus DBD di Ende

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.