Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Update DBD Sikka; 1085 Kasus dengan 11 Kematian, 130-an Dirawat, Dana Miliaran Ludes
KESEHATAN

Update DBD Sikka; 1085 Kasus dengan 11 Kematian, 130-an Dirawat, Dana Miliaran Ludes

By Redaksi5 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pasien DBD yang dirawat di RSUD TC Hillers Maumere. (Sumber: John da Gomez).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT-Jumlah kasus DBD di Sikka terus meningkat. Sampai dengan Rabu (04/03/2020) jumlah kasus mencapai angka 1085, 11 di antaranya berujung kematian.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari awal Januari 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Pet Herlemus mengatakan, jumlah yang dirawat mulai mengalami penurunan.

“Saat ini ada 130-an pasien yang sedang dirawat. Di RSUD TC Hillers ada 75 sementara sisanya di RS Kewapante, RS Lela dan Puskesmas-Puskesmas,” terang Pet pada Rabu (04/03/2020) di Kota Uneng.

Baca Juga: 11 Orang Meninggal, Dinkes NTT Kirim Dokter Tambahan ke RS T.C.Hillers Maumere

Kasus kematian pertama terjadi pada Selasa (07/01/2020) lalu dengan korban atas nama Elisabeth Marsela (1) asal Talibura.

Kematian terkahir terjadi pada Sabtu (29/02/2020) dengan korban dua anak. Kedua anak malang tersebut adalah Sisilia Intan Sedu (11) asal Magepanda dan Alicia Natalin Joselin (3) asal Nele.

Pada 21 Januari 2020 lalu, Bupati Sikka menetapkan status KLB. Masa KLB telah diperpanjang sebanyak 2 kali.

Selain memakan korban, DBD di Sikka juga menguras APBD. Dana sebesar Rp 1,8 miliar lebih yang dialokasikan untuk KLB DBD telah habis terpakai untuk KLB tahap pertama dan kedua.

Baca Juga: Anak Penderita DBD Kembali Meninggal di RSUD Atambua, Jumlah Kasus Bertambah

Jumlah tersebut digunakan untuk belanja logistik pemberantasan DBD, makan minum tenaga medis dan pembayaran klaim rumah sakit.

Dinas Kesehatan kembali mengusulkan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar untuk penangan DBD.

Sebelumnya, pada Minggu (1/3/2020) Kementerian Kesehatan RI mengirimkan tim berjumlah 10 orang dokter untuk membantu penanganan pasien DBD di Sikka.

Baca Juga: Video: Duel Seru Gampar vs Jeramun di Kantor Bupati Mabar

Penulis: Are De Peskim

Editor: Boni J

DBD DBD Sikka Sikka
Previous ArticlePMKRI Ruteng Segera Gelar RUAC ke-XV
Next Article Gampar dan Jeramun Adu Jotos, Pengamat: Mereka Tidak Layak Jadi Pejabat Publik

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.