Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Uskup Atambua: Para Pastor Harus Pindahkan Altar ke Sawah Petani
Regional NTT

Uskup Atambua: Para Pastor Harus Pindahkan Altar ke Sawah Petani

By Redaksi9 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku (Foto: Hidup Katolik)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Uskup Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr memberikan renungan dalam momen rekoleksi kategorial untuk para pegawai, pastor, suster, DPD se-Dekenat Malaka, Senin, (09/03/2020).

Bertempat di panggung tahbisan Dekenat Malaka, Paroki Santa Maria Fatima Betun, rekoleksi ini merupakan realisasi program Dekenat Malaka, menyambut hari raya Paskah 2020.

Uskup Atambua, di hadapan para pegawai, pastor, dan suster menekankan tentang ekonomi bermartabat dan ekonomi keselamatan.

Beliau menjelaskan, ekonomi janganlah direduksi hanya ke dalam uang, yang adalah dewa dunia sekarang. Salah satu point utama dalam ekonomi keselamatan adalah terlibat dalam usaha pemberdayaan umat.

Untuk itu, Mgr. Domi Saku menegaskan, para pastor harus pindahkan altar ke sawah.

“Para pastor jangan hanya putar-putar di Altar tetapi harus mampu membawa Altar sampai ke sawah para petani,” pungkas mantan Dekan Fakultas Filsafat Unwira Kupang itu.

Para ASN Pemkab Malaka,saat mengikuti Rekoleksi Kategorial di panggung tahbisan dekenat Malaka

Selaras dengan pernyataan Uskup Atambua, Bupati Malaka juga hadir membawa materi. Ia menekankan kepada para ASN lingkup Pemkab Malaka agar menghargai seorang petani.

” Petani adalah pekerjaan mulia. Seorang petani bekerja untuk menafkahi hidupnya sendiri dan keluarganya, juga dia memberi kita makan semuanya. Petani sawah khususnya, menyediakan hasil panennya untuk kita semua. Mereka ulet dalam bekerja, kena panas, lumpur dan tentunya kecapean yang luar biasa. Contohlah mereka.” ujar Bupati pencetus Revolusi Pertanian Malaka ini.

Rekoleksi ini akan berlangsung mulai hari ini, Senin, (9/03/2020) sampai Rabu, (11/03/2020).

Kegiatan rekoleksi hari ini dibuka oleh Deken Malaka, Rm. Edmundus Sako, Pr dan dimoderasi oleh Rm. Erlando Afoan, Pr.

Hadir dalam rekoleksi ini yakni para kepala dinas, camat, kepala kantor agama, para pastor paroki dan pastor pembantu, para suster dan Dewan Paroki Dekenat (DPD) Malaka.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

Editor: Irvan K

 

Bupati Malaka Malaka Mgr. Dominikus Saku
Previous ArticleBupati Malaka: Urusan Penegakan Hukum Jangan Dipolitisasi
Next Article Kucuran Dana Desa dari Pemerintah Pusat ke TTU Naik 5 Miliar

Related Posts

Pemkab Manggarai Barat Terima Dana CSR dari Bank NTT

15 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Barat Terima Dana CSR dari Bank NTT

15 September 2026

Ketua DPW NasDem NTT Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai Raya

15 September 2026

Tokoh Muda Batu Tiga Pastikan Dukung Arfandi di Pilkades 2026

15 September 2026

Kafegama dan JPIC OFM Tuntaskan Distribusi 1.265 Paket Bantuan di Sambi Rampas Manggarai Timur

15 September 2026

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.