Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kepala SD di Ngada Diduga Cabuli Muridnya Sendiri
HUKUM DAN KEAMANAN

Kepala SD di Ngada Diduga Cabuli Muridnya Sendiri

By Redaksi19 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- PN, oknum Kepala Sekolah Dasar Katolik di Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada diduga mencabuli muridnya sendiri.

Korbannya adalah Bunga (samaran), usia 12 tahun, siswi kelas VI di sekolah itu. Mirisnya, Bunga adalah seorang anak yatim piatu. Ia tinggal di panti asuhan milik biarawati katolik di wilayah itu.

Dugaan kasus pencabulan kepada Bunga dilaporkan terjadi pada 12 Februari 2020 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun voxntt.com dari guru korban, pencabulan kepada Bunga dilakukan PN di ruang kerjanya saat jam pelajaran sedang berlangsung.

Menurut sang guru, meski umur Bunga baru 12 tahun, namun secara fisik, ia berbeda dengan teman di sekolahnya. Bunga sudah seperti gadis remaja.

Kepolisian Resort Ngada Sektor Riung pun diminta segera mendalami kasus dugaan pencabulan itu.

“Harapannya begitu, Polisi tangkap dia, biar kita semua tidak terbebani. Mungkin ada korban lain selain dia (Bunga), siapa tahu toh pak,” ujar guru Bunga.

Informasi pencabulan terhadap Bunga diketahui pihak sekolah setelah seorang biarawati yang merawat Bunga datang mengadu ke sekolah itu.

Saat itu, PN, sang kepala sekolah tak berada di tempat.

Biarawati tersebut lalu menyampaikan pengaduan ke wali kelas Bunga, hingga diketahui secara rahasia oleh kalangan guru.

Di kalangan murid, rupanya Bunga pernah bercerita ke temannya terkait perbuatan sang kepala sekolah terhadapnya. Sehingga kasus dugaan pencabulan ini menjadi rahasia umum di kalangan guru dan murid.

Salah satu orangtua dari teman Bunga mengatakan, anaknya kerap mengaku takut bila ada yang menyebut nama PN, sang kepala sekolah itu.

Setelah informasi tentang kasus pencabulan ini merebak di di kalangan guru dan murid, sang kepala sekolah tanpa sebab memindahkan Bunga ke sekolah lain, masih di wilayah Kecamatan Riung Barat.

Siang tadi, Kamis (19/03/2020), VoxNtt.com menelusuri jejak kepala sekolah predator seks itu. Rumah dinasnya di samping sekolah tampak terkunci dengan gembok.

Warga sekitar mengatakan, dia baru saja menemui kepala sekolah itu di area Pasar Maronggela.

Warga lain memberi petunjuk, bahwa kepala sekolah itu memiliki rumah pribadi di wilayah  Desa Wolomeze, Kecamatan Riung Barat.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Ngada Polres Ngada
Previous ArticleViral soal Covid-19 di Labuan Bajo, Begini Penjelasan Plh Sekda Mabar
Next Article Uskup Beschi Sedih, Banyak Pastor Meninggal Akibat Virus Corona

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Polres Manggarai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Langke Rembong

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.